KETIK, KENDAL – Upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional turut ditopang oleh peran peternakan rakyat. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sektor peternakan itik petelur yang dikelola secara mandiri terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang perekonomian keluarga.
Di wilayah pesisir Dukuh Larangan, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari, seorang peternak lokal bernama Suwandi secara konsisten mengembangkan usaha peternakan itik petelur. Usaha tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berperan menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar.
Suwandi mengelola peternakan itik petelur dengan pendekatan yang disiplin dan berkelanjutan. Ia memfokuskan pengelolaan pada kualitas lingkungan kandang dan pemenuhan pakan agar produktivitas tetap terjaga, terutama karena lokasi peternakan berada di kawasan pesisir yang rawan perubahan cuaca ekstrem.
Menurutnya, kebersihan kandang dan kestabilan asupan pakan menjadi faktor utama untuk mencegah stres pada itik. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap jumlah produksi telur yang dihasilkan setiap hari.
"Setiap hari saya harus pastikan kondisi kandang tetap kering dan pakan tercukupi supaya produksi telur tetap stabil di angka 80 persen," ungkap Pak Suwandi.
Meski menjalankan usaha dengan penuh komitmen, Suwandi mengakui peternakan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut persoalan permodalan dan keterbatasan akses pasar menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha.
"Kalau untuk semangat, saya pelaku usaha peternak di sini luar biasa, Mas. Tapi jujur saja, kendala utama kami ada di modal usaha. Harga pakan sering naik, sementara modal kami terbatas untuk pengembangan. Selain itu, jangkauan pasar kami masih sempit, seringkali hanya berputar di pengepul kecil sehingga harga di tingkat peternak sulit bersaing," imbuh Pak Wandi yang namanya akrab disapa masyarakat sekitar.
Suwandi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada peternak kecil. Ia menilai dukungan tersebut penting agar peternak rakyat mampu bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi harga pakan dan persaingan pasar.
Ia juga berharap adanya pendampingan teknis serta pembukaan akses pasar yang lebih luas. Menurutnya, apabila hasil produksi telur dari Desa Sendangsikucing dapat langsung masuk ke pasar ritel yang lebih besar tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang, kesejahteraan peternak akan meningkat dan ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat.
