Dompet Gak Bakal Boncos! Tips Kelola THR dan Biaya Mudik ala Dokter Tirta

12 Maret 2026 16:00 12 Mar 2026 16:00

Thumbnail Dompet Gak Bakal Boncos! Tips Kelola THR dan Biaya Mudik ala Dokter Tirta

Dokter Tirta Mandira Hudhi. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Malaka Project)

KETIK, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi hal yang paling dinantikan oleh para pekerja. Uang tambahan ini sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari membeli kebutuhan rumah tangga, pakaian baru, hingga biaya perjalanan pulang kampung. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan THR mereka cepat habis karena pengeluaran yang tidak terkontrol.

Hal tersebut turut disoroti oleh Tirta Mandira Hudhi atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Dr Tirta, dalam sebuah diskusi yang diunggah di channel YouTube Malaka Project pada 11 Maret 2026. Dalam penjelasannya, Dr Tirta menyoroti bahwa salah satu faktor terbesar yang membuat THR cepat habis adalah biaya mudik.

Tradisi pulang kampung memang menjadi momen penting bagi banyak masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Namun di balik kebahagiaan tersebut, ada sejumlah pengeluaran yang harus dipersiapkan dengan matang, terutama untuk transportasi.

Dr Tirta menjelaskan bahwa biaya mudik bisa meningkat cukup signifikan ketika seseorang sudah memiliki keluarga. Setiap anggota keluarga membutuhkan tiket perjalanan sendiri, belum lagi biaya makan selama perjalanan maupun kebutuhan lainnya.

“Kalau kamu mudik sendirian mungkin biayanya masih terasa ringan, tapi ketika sudah membawa keluarga, hitungannya bisa berlipat karena setiap orang punya tiket dan kebutuhan sendiri.” ujarnya.

Karena itu, menurut Dr Tirta, langkah pertama agar THR tidak cepat habis adalah menghitung seluruh kebutuhan perjalanan sejak awal. Dengan begitu, seseorang dapat memperkirakan berapa besar biaya yang harus disiapkan untuk mudik.

Pengeluaran lain yang juga sering menguras THR adalah membeli oleh-oleh. Meski menjadi bagian dari tradisi saat pulang kampung, Dr Tirta mengingatkan agar seseorang tetap menyesuaikan pembelian oleh-oleh dengan kemampuan finansial.

“THR itu memang sering terasa cepat habis karena banyak kebutuhan saat Lebaran, tapi kalau dari awal sudah dihitung dan diprioritaskan, setidaknya kita tidak kaget ketika uangnya berkurang.” ujarnya.

Selain mengatur biaya mudik, menyisihkan sebagian THR untuk tabungan juga menjadi langkah penting agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran. Dengan membuat perencanaan yang matang, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih panjang.

Pada akhirnya, mengelola THR bukan hanya soal menahan diri untuk tidak berbelanja, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu memprioritaskan kebutuhan. Dengan perhitungan yang tepat, perjalanan mudik tetap bisa dilakukan dengan nyaman tanpa harus membuat keuangan menjadi boncos setelah Lebaran.(*)

Tombol Google News

Tags:

THR Ramadan lebaran Dokter Tirta mudik