KETIK, KENDAL – Memasuki hari ke-21 bulan Ramadan, atau tepat sepuluh hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, denyut aktivitas di Pasar Gladak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, mulai diwarnai dengan lonjakan harga komoditas pangan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu pagi, 11 Maret 2026, sejumlah harga kebutuhan pokok merangkak naik cukup signifikan.
Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Awak media mencoba melakukan simulasi pembelian secara langsung untuk memverifikasi harga di tingkat pedagang. Hasilnya, harga cabai kini telah menyentuh angka Rp95.000 per kilogram.
Selain cabai, beberapa komoditas strategis lainnya juga mengalami penyesuaian harga. Berikut adalah rincian harga kebutuhan pokok di Pasar Gladak pagi ini:
- Bawang Merah: Rp44.000 per kg
- Bawang Putih: Rp43.000 per kg
- Daging Ayam: Rp40.000 per kg
- Telur Ayam: Rp30.000 per kg
- Minyak Goreng (Minyakita): Rp20.000 per liter
Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang sedang mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Anis, salah seorang warga Kaliwungu, mengungkapkan keberatannya saat ditemui di sela-sela aktivitas belanjanya.
"Harga beberapa komoditas mulai naik, apalagi mendekati Lebaran seperti sekarang. Harapan saya, pemerintah bisa segera menstabilkan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak terlalu terbebani," ujar Anis.
Di sisi lain, para pedagang pun berada dalam posisi dilematis. Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa kenaikan harga terjadi lantaran harga dari tingkat distributor atau tengkulak memang sudah tinggi.
Hal ini dipicu oleh meningkatnya permintaan stok menjelang hari raya yang tidak dibarengi dengan kelancaran pasokan.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal sebenarnya telah melakukan langkah preventif. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Pemkab Kendal terpantau telah menggelar pasar murah dan operasi pasar di berbagai wilayah untuk menekan laju inflasi.
Namun, mengingat tren kenaikan harga yang terus berlanjut hingga H-10 Idulfitri, warga Kaliwungu berharap intervensi pemerintah melalui pasar murah dapat kembali digelar secara intensif, khususnya di wilayah-wilayah pasar tradisional yang mengalami lonjakan harga ekstrem. (*)
