KETIK, SLEMAN – Di bawah kepemimpinan Bupati Harda Kiswaya, Pemerintah Kabupaten Sleman menjamin keamanan stok pangan dan stabilitas harga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman memastikan rantai pasok bahan pokok di seluruh wilayah Sleman dalam kondisi aman terkendali. Langkah ini menjadi prioritas utama Bupati Harda guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa beban lonjakan harga yang ekstrem.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, menegaskan bahwa jaminan ini merupakan hasil dari pengawasan ketat di tingkat distributor maupun pasar rakyat. Berdasarkan rekapitulasi data terakhir, ketersediaan komoditas strategis seperti beras, gula pasir, hingga minyak goreng dipastikan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga periode pasca-Lebaran mendatang.
"Kami terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan dan harga komoditas di pasar rakyat maupun tingkat distributor untuk memastikan semuanya terkendali," ujar Dwi Wulandari saat memaparkan materi kesiapan logistik daerah.
Ketahanan Stok Pangan
Kekuatan pangan Sleman saat ini ditopang oleh koordinasi yang solid antara pemerintah dan penyedia jasa logistik. Pemantauan harian di pasar-pasar barometer seperti Pasar Sleman, Godean, dan Prambanan menunjukkan bahwa cadangan pangan tidak hanya cukup untuk kebutuhan harian, tetapi juga siap menghadapi lonjakan permintaan. Sebagai gambaran, pasokan beras di Sleman mencapai 156 ton, sementara ketersediaan gula pasir berada di angka 154 ton.
Bupati Harda Kiswaya dalam kesempatan sebelumnya menekankan pentingnya kelancaran distribusi dari daerah produsen agar tidak terjadi kemacetan pasokan di tingkat retail. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan komoditas esensial seperti daging sapi, daging ayam ras, hingga bawang merah tetap tersedia di rak-rak pedagang meski permintaan sedang berada di puncaknya.
Fluktuasi Harga Terkendali
Mengenai dinamika harga, mayoritas bahan pokok masih menunjukkan tren yang stabil di awal Maret 2026. Meski terdapat fluktuasi pada beberapa jenis barang, angkanya dinilai masih dalam batas kewajaran pasar. Dwi Wulandari merinci adanya kenaikan tipis pada cabai rawit merah sebesar 5,76 persen, diikuti gula pasir curah sebesar 1,77 persen, dan Minyakita sebesar 1,32 persen.
Namun, kenaikan ini berhasil diredam oleh tren penurunan harga pada komoditas lain yang sangat dibutuhkan masyarakat. Telur ayam ras misalnya, mengalami penurunan harga sebesar 3,49 persen menjadi Rp29.150 per kilogram. Penurunan lebih tajam terlihat pada cabai merah besar yang melandai hingga 8,74 persen, diikuti oleh cabai merah keriting dan bawang putih yang turut memberikan ruang napas bagi daya beli warga.
Intervensi Pasar Strategis
Sesuai arahan Bupati Harda Kiswaya untuk menjaga keterjangkauan harga bagi warga kurang mampu, Disperindag Sleman menjalankan berbagai program intervensi. Salah satunya adalah pendampingan penyaluran Minyakita bekerja sama dengan BULOG dan ID FOOD di pasar-pasar pantauan. Selain itu, operasi pasar khusus untuk komoditas gula pasir sebanyak sembilan ton telah disiapkan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Puncak dari intervensi ini adalah penyelenggaraan Pasar Murah yang tersebar di 16 lokasi strategis di seluruh Kabupaten Sleman sepanjang Maret 2026. Program ini dirancang untuk memutus rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga distributor langsung. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Bupati untuk menghadirkan negara di tengah fluktuasi ekonomi menjelang hari besar keagamaan.
Pengawasan Keamanan Produk
Keamanan konsumen menjadi aspek yang tidak kalah penting dalam kebijakan pangan di era ini. Tim pengawas secara rutin melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek kelayakan produk, masa kedaluwarsa, hingga keaslian label kemasan di pasar rakyat dan swalayan. Pemeriksaan ketat juga dilakukan untuk memastikan produk pangan bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil metanil yellow dan rhodamin b.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengeluarkan imbauan tegas kepada para pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat merugikan publik. Masyarakat pun didorong untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar distribusi pangan tetap merata. Melalui sinergi antara pengawasan ketat pemerintah dan kesadaran masyarakat, Kabupaten Sleman optimis dapat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan suasana yang kondusif dan sejahtera. (*)
