KETIK, BANGKALAN – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al Raudhatul Hidayah, di hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polres Bangkalan memulai langkah dengan memperkuat spiritualitas melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal).
Para personel Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak memenuhi saf-saf masjid. Tak ada hiruk pikuk aktivitas kantor seperti biasanya.
Yang terdengar hanya lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah yang menyejukkan hati, seakan menjadi pengingat bahwa tugas menjaga keamanan juga membutuhkan fondasi iman yang kokoh.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Di bulan yang penuh berkah, Pembinaan rohani dan mental menjadi ruang perenungan, mengajak setiap personel menata niat, membersihkan hati, dan memperkuat keikhlasan dalam mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Wakapolres Bangkalan, Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, dalam keterangannya menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperdalam nilai-nilai spiritual, terutama bagi anggota Polri yang setiap hari berhadapan dengan dinamika tugas di lapangan.
“Di hari pertama puasa Ramadan ini, kami berharap seluruh personel dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar, penuh keikhlasan, serta tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.
Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Di tengah tantangan pengamanan selama Ramadan, mulai dari aktivitas masyarakat yang meningkat hingga potensi gangguan kamtibmas, ia berharap seluruh personel tetap mengedepankan sikap humanis dan profesional.
“Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak amal kebaikan. Semoga seluruh personel diberikan kelancaran, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa sekaligus tugas kepolisian,” tambahnya.
Pembinaan dan rohani dan mental itu ditutup dengan doa bersama. Sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna, bahwa di balik seragam dan tanggung jawab besar, ada hati yang terus ditempa agar tetap tulus dalam mengabdi.
Di hari pertama Ramadhan, Polres Bangkalan tidak hanya memulai puasa, tetapi juga memperbarui komitmen, bekerja dengan iman, melayani dengan hati. (*)
