Kolaborasi Cegah Radikalisme dan Krisis Moral Generasi Muda, Kapolda Sumsel Gandeng Muhammadiyah

19 Februari 2026 22:08 19 Feb 2026 22:08

Thumbnail Kolaborasi Cegah Radikalisme dan Krisis Moral Generasi Muda, Kapolda Sumsel Gandeng Muhammadiyah

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat melakukan pertemuan dengan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin beserta jajaran pengurus, Kamis 19 Februari 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Upaya pencegahan radikalisme dan krisis moral di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius jajaran Polda Sumatera Selatan. 

Melalui pendekatan kolaboratif, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menggandeng organisasi keagamaan untuk memperkuat ketahanan sosial di wilayah Sumatera Selatan.

Langkah tersebut diwujudkan dalam lawatan kerja Kapolda ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan di Kompleks Universitas Muhammadiyah Palembang, Kamis 19 Januari 2026. 

Kedatangan rombongan Pejabat Utama Polda Sumsel disambut langsung Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin beserta jajaran pengurus.

Dalam pertemuan itu, Kapolda menegaskan bahwa tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) semakin kompleks, terutama akibat pengaruh negatif media digital, maraknya judi online, serta ancaman peredaran narkoba yang menyasar generasi muda.

“Organisasi keagamaan memiliki peran vital dalam membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan degradasi moral. Kami ingin membangun sinergi konkret dalam edukasi nilai kebangsaan dan literasi digital,” ujar Sandi Nugroho melaui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya .

Foto Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat melakukan pertemuan dengan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin beserta jajaran pengurus, Kamis 19 Februari 2026. (Foto : Yola/Ketik.Com)Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat melakukan pertemuan dengan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel H. Ridwan Hayatuddin beserta jajaran pengurus, Kamis 19 Februari 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)

Ia menekankan, Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperkuat langkah preventif melalui kolaborasi lintas sektoral. Menurutnya, pendekatan humanis dan komunikasi yang intens dengan tokoh agama menjadi kunci menciptakan stabilitas jangka panjang.

Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Ridwan Hayatuddin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk bersinergi dalam pembinaan umat dan generasi muda.

“Kami siap mendukung langkah Polda Sumsel dalam menjaga moralitas generasi muda dan menciptakan suasana yang kondusif di Sumatera Selatan,” katanya.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel juga bersilaturahmi dengan Ketua PW Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan sebagai bagian dari penguatan komunikasi strategis dengan elemen ulama.

Sementara itu, Kabid Humas juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi program komunikasi preventif kepolisian.

“Kapolda ingin menyamakan persepsi dengan para tokoh agama dalam menghadapi isu-isu sosial yang berkembang, khususnya terkait pencegahan narkoba, perjudian daring, dan penyebaran paham radikal,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Polda Sumsel berharap upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini, sehingga generasi muda di Sumatera Selatan memiliki ketahanan moral, wawasan kebangsaan yang kuat, serta tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang menyimpang maupun perilaku destruktif di ruang digital.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kapolda Sumsel PW Muhammadiyah Sumsel silaturahim Cegah Radikal