KETIK, BATU – Upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan Dinas Pendidikan Kota Batu melalui pendampingan pembelajaran berbasis digital bagi tenaga pendidik Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta, pada 13-14 Februari 2026.
Program tersebut selaras dengan kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendorong percepatan digitalisasi pembelajaran melalui penguatan regulasi, pengadaan perangkat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, digitalisasi pendidikan masuk dalam 17 program prioritas pemerintah, yakni penguatan pendidikan, sains, teknologi, dan digitalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan peningkatan kapasitas guru menjadi fondasi utama dalam implementasi digitalisasi pendidikan di daerah.
“Kami akan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pendidik. Pendampingan pembelajaran digital ini diikuti tenaga pendidik jenjang SD, baik negeri maupun swasta se-Kota Batu, agar mereka semakin siap mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Ia menilai, digitalisasi pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan di Kota Batu.
Pemanfaatan teknologi, kata dia, dapat memperluas akses siswa terhadap sumber belajar sekaligus menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif.
“Digitalisasi pendidikan sangat penting bagi Kota Batu. Dengan teknologi, akses terhadap sumber daya pendidikan menjadi lebih merata, kualitas pembelajaran meningkat, dan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi juga semakin baik,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, digitalisasi juga dipandang mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi.
Alfi menambahkan, transformasi pembelajaran berbasis digital diharapkan dapat mendorong Kota Batu menjadi kota pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.
“Dengan digitalisasi yang terarah dan berkelanjutan, kami optimistis Kota Batu dapat menjadi kota pendidikan yang lebih maju dan SAE,” pungkasnya. (*)
