62 Kasus Kanker di Kota Batu, Dinkes Targetkan 1.300 Perempuan Jalani Skrining

12 Februari 2026 15:42 12 Feb 2026 15:42

Thumbnail 62 Kasus Kanker di Kota Batu, Dinkes Targetkan 1.300 Perempuan Jalani Skrining

Dinas Kesehatan Kota Batu saat sosialisasi dan skrining Kanker Leher Rahim atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). (Foto: Dinkes Kota Batu)

KETIK, BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memperluas jangkauan skrining dan memperkuat edukasi deteksi dini menyusul temuan 56 kasus kanker payudara dan enam kasus kanker serviks dalam satu tahun terakhir. Langkah ini diambil untuk menekan angka keterlambatan penanganan medis di wilayah tersebut.

Berdasarkan catatan Dinkes, mayoritas pasien baru memeriksakan diri saat sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut membuat proses terapi menjadi lebih kompleks dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam upaya pengendalian kanker.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, mengungkapkan bahwa keterlambatan diagnosis tetap menjadi tantangan utama di lapangan.

“Banyak kasus baru diketahui ketika sudah memasuki tahap lanjut. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi salah satu penyebabnya,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Sebagai langkah strategis, Dinkes menargetkan skrining terhadap sedikitnya 1.300 perempuan usia produktif setiap tahun. Pemeriksaan difokuskan pada pendeteksian gejala sejak fase awal, mengingat kanker sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas pada tahap permulaan.

Edukasi juga terus digencarkan melalui kampanye SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis). Upaya ini dinilai efektif membantu perempuan mengenali perubahan atau kelainan pada payudara sedini mungkin.

“Deteksi sejak awal memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar dibandingkan jika penyakit ditemukan pada stadium lanjut,” jelas Susana.

Untuk pencegahan kanker serviks, Dinkes mengintensifkan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Metode ini dipilih karena tingkat akurasinya cukup baik dan biayanya relatif terjangkau.

“Pemeriksaan IVA sudah bisa dilakukan di puskesmas oleh bidan yang telah mendapat pelatihan, sehingga akses layanan lebih mudah dijangkau masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) juga disediakan secara gratis bagi perempuan usia produktif dan pelajar perempuan sebagai upaya pencegahan primer kanker serviks.

Dinkes optimistis kombinasi skrining rutin, edukasi berkelanjutan, dan program vaksinasi mampu menekan angka kesakitan serta kematian akibat kanker di Kota Batu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Penyakit Kanker Dinas Kesehatan Kota Batu Kota Batu