KETIK, BATU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu akan melakukan pemetaan ulang rute Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) serta menyiapkan sistem absensi digital bagi para pengemudi untuk meningkatkan efektivitas layanan pada tahun 2026.
Kebijakan tersebut diambil seiring keputusan Pemerintah Kota Batu yang memastikan tidak ada penambahan armada Apel Gratis pada tahun ini.
Dishub Kota Batu menegaskan, jumlah armada tetap sebanyak 68 unit, dengan fokus pada optimalisasi layanan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya.
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan, menyampaikan bahwa penataan ulang rute menjadi prioritas utama guna menyesuaikan dengan kebutuhan siswa di tiga kecamatan di Kota Batu.
“Program angkutan pelajar gratis ini masih kami kaji secara mendalam. Kami perlu melihat kembali apakah jumlah siswa di setiap rute mengalami peningkatan atau justru penurunan,” ujar Susetya, Senin, 9 Februari 2026.
Ia mengakui, antusiasme masyarakat terhadap Apel Gratis cukup tinggi. Namun, dinamika di lapangan dinilai terus berubah, terutama saat memasuki tahun ajaran baru, sehingga pemetaan ulang jalur sangat diperlukan agar armada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kondisinya sangat fluktuatif. Ada titik yang sebelumnya hanya melayani sekitar 30 siswa, tetapi sekarang bisa meningkat menjadi 60 siswa. Inilah pentingnya dilakukan pemetaan ulang rute,” jelasnya.
Selain penataan rute, Dishub Kota Batu juga berencana memperkuat pengawasan operasional melalui penerapan aplikasi absensi digital bagi pengemudi Apel Gratis.
Sistem ini disiapkan untuk menggantikan metode absensi manual yang selama ini masih digunakan.
“Selama ini absensi masih manual dengan foto. Ke depan akan kami perkuat dengan aplikasi terintegrasi, sehingga ritase perjalanan, kinerja sopir, hingga posisi armada dapat dipantau secara real time,” pungkasnya. (*)
