KETIK, BATU – Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). UIN Malang sebagai satu-satunya kampus di Indonesia memiliki desain bangunan membentuk lafaz Bismillahirrahmanirrahim.
Piagam rekor muri yang diterima oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pada Minggu, 8 Februari 2026, ini menjadi tonggak penting pengembangan kawasan pendidikan berbasis nilai keislaman, peradaban, dan ekologi.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan bahwa Kampus 3 dikembangkan sebagai kawasan peradaban Islam yang memadukan nilai spiritual, intelektual, dan keberlanjutan lingkungan.
Detail Engineering Design (DED) kampus 3 UIN Malang yang berada di Tlekung, Kota Batu. (Foto: UIN Malang)
Salah satu kawasan yang dikenal sebagai Gedung Ar-Rahim, sebelumnya pernah disebut oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar sebagai “lembah peradaban Islam”.
“Di kawasan Ar-Rahim inilah kami merancang pusat peradaban Islam, tempat bertemunya pemikiran Barat dan Timur,” ujar Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.,
Ia menjelaskan, total luas lahan Kampus 3 UIN Malang mencapai sekitar 120 hektare. Dari luasan tersebut, Kawasan Ar-Rahim dibangun di atas lahan 33 hektare, yang dimaknai sebagai satu putaran tasbih.
Ke depan, pengembangan akan dilanjutkan dengan kawasan Ar-Rahman dan Bismillah, masing-masing seluas 33 hektare, sehingga total pengembangan mencapai 99 hektare.
“Masih tersisa sekitar 21 hektare, dan saat ini sekitar 20 hektare kami peruntukkan khusus untuk penguatan ekologi dan restorasi lingkungan. Kami tidak hanya menanam beton, tetapi juga menanam pohon,” jelasnya.
Menurut Prof Ilfi, UIN Malang telah mengembangkan hutan kampus seluas kurang lebih 20 hektare yang hingga kini telah ditanami sekitar 4.500 pohon.
Program penghijauan tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa dan dosen setiap tahunnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., mengungkapkan bahwa pencapaian rekor MURI tersebut merupakan hasil proses panjang dan berkelanjutan yang melibatkan kepemimpinan lintas generasi di UIN Malang.
“Gedung Bismillahirrahmanirrahim ini adalah proyek berkelanjutan yang dimulai sejak UIN Malang masih berstatus STAIN lalu menjadi Universitas Islam Indonesia-Sudan. Inisiasi dan imajinasi awal lahir dari Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, kemudian dilanjutkan dengan desain dan visi pengembangan oleh Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo,” terangnya.
Ia menambahkan, kebijakan pembangunan kemudian diteruskan oleh Prof. Dr. Abd. Haris, sementara pelaksanaan pembangunan fisik dimulai pada masa kepemimpinan Prof. Dr. M. Zainuddin sekitar tahun 2020, dan diselesaikan pada masa rektor saat ini.
“Ini adalah proses yang berkelanjutan. Tidak berhenti pada satu rektor saja. Rektor pertama, kedua, ketiga, hingga rektor berikutnya akan terus melanjutkan visi besar ini,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan Kampus 3 UIN Malang didukung pendanaan besar dari Saudi Fund for Development dengan nilai hampir mencapai Rp1 triliun.
“Karena ini proyek besar dan berjangka panjang, tentu membutuhkan pendanaan yang sangat besar. Dukungan dari Saudi Fund for Development nilainya hampir Rp1 triliun,” pungkasnya. (*)
