Ketapang Lebak Lakukan Monev Gerakan Pangan Murah Mobile di Curugbitung

9 Februari 2026 15:13 9 Feb 2026 15:13

Thumbnail Ketapang Lebak Lakukan Monev Gerakan Pangan Murah Mobile di Curugbitung

Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan Pangan Murah (GPM) Mobile di Kantor Kecamatan Curugbitung, Senin 9 Februari 2026. (Foto: Imam Rismahayadin for ketik.com)

KETIK, LEBAK – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan Pangan Murah (GPM) Mobile di Kantor Kecamatan Curugbitung, Senin 9 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan GPM Mobile merupakan program yang didukung oleh anggaran Pemerintah Provinsi Banten. Dalam pelaksanaannya, komoditas pangan dibawa langsung menggunakan kendaraan ke lokasi kegiatan di tingkat kecamatan.

“Konsepnya mobile. Komoditas pangan dibawa langsung ke kecamatan menggunakan mobil, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok secara lebih mudah dan terjangkau,” ujar Imam Rismahayadin kepada ketik.com.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal Provinsi Banten meminta dua lokasi pelaksanaan GPM Mobile di Kabupaten Lebak. Selain Kecamatan Curugbitung, kegiatan serupa direncanakan akan digelar di Kecamatan Cibadak bulan Ramadan, diperkirakan pada awal Maret 2026.

Menurut Imam, Gerakan Pangan Murah memiliki peran penting dalam menekan potensi kenaikan harga komoditas pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Tujuan utamanya adalah menjaga harga komoditas agar tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan, sehingga inflasi dapat dikendalikan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa GPM berbeda dengan operasi pasar murah yang biasanya disertai subsidi. Pada GPM, masyarakat tetap membeli komoditas dengan uang, namun harga yang ditawarkan relatif lebih rendah karena jalur distribusi dipangkas.

“Semua masyarakat bisa membeli, namun tetap menggunakan mekanisme jual beli biasa. Bedanya, harga lebih murah karena tidak melalui rantai distribusi yang panjang,” katanya.

Pada pelaksanaan di Curugbitung, komoditas minyak goreng menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. Karena keterbatasan stok, pembelian minyak goreng dibatasi maksimal dua liter per orang.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama untuk minyak goreng. Stok yang tersedia sekitar lima dus dan habis dalam waktu singkat,” ungkap Imam.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa GPM Mobile dilaksanakan dengan melibatkan para vendor yang menyediakan komoditas langsung dari sumbernya. Untuk kegiatan ini, Pemerintah Provinsi membeli komoditas di wilayah Serang dan menjualnya langsung kepada masyarakat di lokasi GPM.

“Dengan cara ini, komoditas tidak melewati pasar terlebih dahulu. Harga yang diterima masyarakat merupakan harga distribusi langsung, sehingga lebih rendah dibandingkan harga pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan GPM Mobile merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau.

“Evaluasi akan terus kami lakukan agar pelaksanaan ke depan semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya (*)

Tombol Google News

Tags:

Gerakan Pangan Murah (GPM) kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak banten Dinas Ketapang Lebak imam Rismahayadin ketik.com