KETIK, BATU – Peringatan HUT ke-18 Bawaslu dimanfaatkan Bawaslu Kota Batu sebagai momentum untuk memperkuat demokrasi di tingkat masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui diskusi hukum kepemiluan bertema “Mengukuhkan Demokrasi” yang digelar pada Kamis, 9 April 2026, di Aula Kantor Bawaslu Kota Batu.
Selain itu, forum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah tantangan disrupsi informasi dan dinamika global.
Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid, menjelaskan bahwa tema yang diangkat dinilai relevan dengan kondisi saat ini yang diwarnai berbagai tantangan terhadap kualitas demokrasi.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat demokrasi, tidak hanya secara prosedural, tetapi juga secara substansial,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan demokrasi tidak cukup hanya berfokus pada aspek teknis penyelenggaraan pemilu, tetapi juga pada pembentukan perilaku masyarakat dalam berdemokrasi.
“Aspek perilaku demokratis jauh lebih penting daripada sekadar teknis. Karena itu, kami terus berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi di masyarakat,” jelasnya.
Dalam momentum HUT ke-18 ini, Bawaslu Kota Batu turut melibatkan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), hingga Kementerian Agama, yang telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU).
“Kami mengundang berbagai elemen, seperti ormas, Kesbangpol, hingga Kemenag, untuk bersama-sama menyemai nilai demokrasi melalui pendidikan pengawasan partisipatif. Baik mereka yang mengundang kami maupun kami yang mengundang mereka dalam kegiatan sosialisasi,” katanya.
Melalui forum diskusi ini, Bawaslu juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi para pemangku kepentingan, sekaligus menyampaikan program kerja ke depan terkait penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi.
“Kami ingin mendengar harapan dari para pelaku dan masyarakat, sekaligus menyampaikan program-program ke depan, seperti penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan kepemiluan,” tambahnya.
Di usia ke-18, Bawaslu Kota Batu berharap dukungan masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam menjaga kualitas demokrasi yang bersih dan berintegritas.
“Harapannya, masyarakat semakin mendukung Bawaslu dan mampu menginternalisasi nilai-nilai demokrasi dalam kepemiluan, seperti menolak politik uang, melawan hoaks dan ujaran kebencian, serta menjaga netralitas ASN sebagai prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ia menambahkan, Bawaslu akan terus mendorong keterbukaan serta komunikasi dengan masyarakat agar praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai demokrasi dapat diminimalkan.
“Kami ingin membangun Bawaslu yang lebih terbuka dan komunikatif, serta mampu mendengar kebutuhan masyarakat. Harapannya, perilaku anti-demokrasi bisa terus berkurang, bahkan hilang, melalui proses edukasi dan penguatan nilai demokrasi,” pungkas Yogi.
