Tidak Musim Pemilu, Bawaslu Kota Batu Perkuat Demokrasi Lewat Desa Anti Politik Uang dan Sobo Sekolah

13 Februari 2026 17:04 13 Feb 2026 17:04

Thumbnail Tidak Musim Pemilu, Bawaslu Kota Batu Perkuat Demokrasi Lewat Desa Anti Politik Uang dan Sobo Sekolah

Ketua Bawaslu Kota Batu Supriyanto beserta jajaran saat bertemu CEO Ketik Media Kiagus Firdaus, di Graha Ketik Kota Malang. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Meski tidak sedang berada dalam musim Pemilu maupun Pilkada, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batu tetap aktif menjalankan fungsi pengawasan dan pendidikan demokrasi.

Fokus Bawaslu Kota Batu saat ini diarahkan pada penguatan literasi politik masyarakat, termasuk pembinaan pemilih pemula dan generasi muda.

Ketua Bawaslu Kota Batu, Supriyanto, menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak terbatas pada momentum pemilu atau pilkada semata.

“Bawaslu tidak hanya berfungsi sebagai pengawas pemilu atau pemilihan. Kami adalah lembaga yang turut mengawal pelaksanaan demokrasi di Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya, saat berkunjung ke Graha Ketik, Kota Malang, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut dia, meskipun tidak ada agenda pilkada, Bawaslu tetap menjalankan berbagai program edukasi guna membangun iklim demokrasi yang sehat dan konstruktif.

“Kami tidak berdiam diri. Upaya edukasi kepada masyarakat terus kami lakukan dengan melibatkan berbagai potensi yang ada. Tujuannya untuk menumbuhkan iklim demokrasi yang sehat dan membangun, sehingga tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik,” katanya.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah pembentukan program Desa Anti Politik Uang. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari gerakan pencegahan praktik politik uang yang dinilai merusak kualitas demokrasi.

“Kami mencanangkan Desa Anti Politik Uang sebagai bagian dari upaya pendidikan politik kepada masyarakat. Ini menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif agar demokrasi terbebas dari praktik manipulatif,” tegasnya.

Selain itu, Bawaslu Kota Batu juga memberikan perhatian khusus kepada pemilih pemula, terutama dari kalangan Generasi Z. Edukasi dilakukan melalui program “Sobo Sekolah” yang menyasar pelajar di berbagai satuan pendidikan.

“Kami meyakini pemilih pemula, khususnya Generasi Z, memiliki karakter yang berbeda. Mereka tidak mudah dipengaruhi oleh uang, melainkan lebih tergerak oleh rasa kebersamaan dan nilai yang diyakini. Karena itu, pembinaan terhadap generasi muda menjadi fokus kami,” ujarnya.

Supriyanto optimistis, dengan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menolak politik uang, demokrasi yang bersih dan berintegritas dapat terwujud secara bertahap.

“Jika semua pihak serius membangun demokrasi yang bebas dari politik uang, saya yakin cita-cita tersebut bisa terwujud,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bawaslu Kota Batu Edukasi Pemilih Muda ketik.com Pengawasan Pemilu