Pemanfaatan Sumber Air Genengan Tuai Dukungan, Warga Minta Lingkungan Tetap Terjaga

9 April 2026 12:20 9 Apr 2026 12:20

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemanfaatan Sumber Air Genengan Tuai Dukungan, Warga Minta Lingkungan Tetap Terjaga

Akses menuju sumber mata air Genengan yang akan dimanfaatkan oleh Perumdam Among Tirto Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Rencana pemanfaatan sumber air Genengan, Kelurahan Temas, oleh Perumdam Among Tirto Kota Batu menuai beragam respons dari masyarakat.

Warga menilai kebijakan tersebut berpotensi membawa manfaat luas, namun tetap mengingatkan pentingnya kajian dampak serta menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua RW 9 Kelurahan Temas, Ricky Angga Satria, menyampaikan bahwa dari hasil sosialisasi yang telah dilakukan, tujuan utama pemanfaatan sumber air tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat secara umum, bukan untuk kepentingan individu.

"Dari pemaparan yang kami terima, pemanfaatan sumber ini memang untuk kepentingan masyarakat Kota Batu secara luas, bukan untuk kepentingan pribadi," ujarnya, Kamis, 9 April 2026.

Menurutnya, jika dilihat dari tujuan tersebut, pemanfaatan sumber air Genengan berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat. Meski demikian, warga tetap berharap adanya kajian yang matang sebelum kebijakan tersebut direalisasikan secara penuh.

"Kalau memang sudah melalui studi dan hasilnya lebih banyak dampak positif dibandingkan negatif, tentu tidak menjadi masalah. Namun, jika dampak negatifnya lebih besar, harus ada pertimbangan ulang," katanya.

Ia mengakui, kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan potensi dampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber air, khususnya bagi kebutuhan irigasi pertanian.

"Yang menjadi perhatian masyarakat adalah dampaknya nanti seperti apa, terutama dampak negatifnya yang perlu dipikirkan sejak awal," jelasnya.

Selain itu, warga juga menyoroti pentingnya penanganan persoalan lingkungan, terutama terkait kondisi kebersihan di sekitar sumber air.

Menurut Ricky, persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang harus dibenahi sebelum pemanfaatan dilakukan.

"Kalau sumber ini akan dimanfaatkan, setidaknya harus dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Masalah utama di sini adalah sampah, sehingga kebersihan harus menjadi perhatian terlebih dahulu," ungkapnya.

Ia menambahkan, perbaikan lingkungan justru dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas sumber air yang akan dimanfaatkan.

"Jika dilakukan pembersihan, bukan tidak mungkin kondisi sumber air justru akan semakin baik," imbuhnya.

Dari hasil pengamatan warga, terdapat sekitar delapan titik sumber air di kawasan tersebut. Namun, rencana pemanfaatan hanya akan difokuskan pada satu titik.

Ricky menyebut, secara umum warga di wilayah RW 9 mendukung rencana tersebut. Sementara itu, kekhawatiran lebih banyak disampaikan oleh warga di RW 6 dan RW 7 yang selama ini memanfaatkan sumber air untuk kebutuhan irigasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, menyebut sumber Genengan sebagai salah satu opsi potensial untuk mengatasi kekurangan debit air, khususnya di wilayah Beji, Mojorejo, dan Sekarputih.

Berdasarkan hasil perhitungan, total debit air di sumber tersebut mencapai sekitar 95 liter per detik (LPS). Namun, pemanfaatan yang direncanakan hanya sebagian kecil, yakni sekitar 4 hingga 5 LPS dari satu titik sumber.

"Dari total sekitar 95 liter per detik, jika diambil sekitar 4 sampai 5 liter per detik, masih sangat aman dan jauh di bawah batas pengambilan yang diatur. Secara teori, sisanya masih mencukupi untuk kebutuhan pertanian sekitar 22 hektare," jelasnya.

Tombol Google News

Tags:

Perumdam Among Tirto Sumber Air Genengan Kelurahan Temas Kota Batu