KETIK, SURABAYA – Suasana Tahun Baru di Belanda identik dengan musim dingin yang meriah. Perayaan ditandai dengan tradisi kembang api besar-besaran, pesta di berbagai kota, hingga pasar musiman. Di pasar musiman inilah aroma oliebollen biasanya ikut tercium. Oliebollen bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari tradisi Tahun Baru.
Oliebollen adalah donat tradisional khas Belanda yang berbentuk bulat. Cara pembuatannya dengan digoreng, lalu ditaburi gula halus. Donat ini biasanya berisi kismis, apel, atau kulit jeruk.
Hidangan ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan awalnya dikaitkan dengan musim dingin, sebelum akhirnya berkembang menjadi makanan khas yang identik dengan malam Tahun Baru.
Bentuk bulat pada donat ini melambangkan keutuhan dan keberuntungan. Selain itu, oliebollen biasanya disantap bersama keluarga atau teman sebagai simbol awal tahun yang hangat dan manis.
Oliebollen banyak ditemui di kios musiman yang dikenal sebagai oliebollenkraam. Warga setempat kerap menikmati camilan hangat ini di malam pergantian tahun sebagai pendamping minuman hangat.
Meski telah ada sejak ratusan tahun lalu, oliebollen tetap bertahan di tengah tren kuliner baru dan menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan. Seiring waktu, oliebollen hadir dalam berbagai variasi rasa, seperti oliebollen apel dengan potongan apel kecil di dalam adonan, oliebollen kismis, hingga tambahan taburan kayu manis.
Kehadiran oliebollen di setiap perayaan Tahun Baru menunjukkan bagaimana makanan sederhana dapat memiliki makna budaya yang kuat. Melalui rasa manis dan kehangatannya, oliebollen menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan akan awal tahun yang lebih baik. (*)
