Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan! Sambut Ramadan, Salurkan Bantuan 850 Bunda Ojol dan Ratusan Jemaah Islamic Center

18 Februari 2026 12:28 18 Feb 2026 12:28

Thumbnail Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan! Sambut Ramadan, Salurkan  Bantuan 850 Bunda Ojol dan Ratusan Jemaah Islamic Center

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagikan sembako untuk 850 Bunda Ojek Online (Ojol) dan 455 jemaah pengajian Islamic Center dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadhan yang digelar di Surabaya pada Selasa, 17 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek Online (Ojol) dan 455 jemaah pengajian dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadhan yang digelar di Islamic Center Jawa Timur, Surabaya pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dalam kepedulian sosial sekaligus ajakan untuk memperkuat kesiapan spiritual dan sosial masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa menyambut Ramadan tidak hanya membutuhkan kesiapan ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental, terutama bagi para bunda ojol yang setiap harinya bekerja di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Selamat menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah, mudah-mudahan kuat puasanya, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keberkahan," ucap Gubernur Khofifah.

"Saya tahu pekerjaan panjenengan berat harus membawa penumpang pagi, siang sampai sore. Tapi mudah-mudahan semuanya diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadan Ramadan dengan baik," imbuhnya.

Gubernur Khofifah juga memberikan penghormatan dan apresiasi kepada Forkopimda, tokoh agama dan para jemaa. Ia turut menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat Jawa Timur.

"Mudah-mudahan panjenengan bisa menyekolahkan putra-putri setinggi-tinggunya, bisa sampai doktor, bisa sampai profesor, ilmunya manfaat, barokah, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," lanjutnya. 

Pada acara Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah ini Gubernur Khofifah turut mengapresiasi peran muzakki dan mustahik dalam proses pengelolaan zakat terutama saat Ramadan.

"Muzakki dan mustahik menjadi bagian penting di dalam proses menerima dan menyalurkan zakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanat besar dan berat kepada Badan Amil Zakat dan Infak Sedekah. Mudah-mudahan semua amanah dan bisa menjalankan tugas dengan baik," jelasnya.

Di momen sama, diserahkan bantuan Program Baznas Jatim kepada sejumlah mustahik. Bantuan yang diberikan adalah Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada Aditya Angga, mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya, sebesar Rp2 juta per semester serta bantuan beasiswa Felysia Tiara Lestari, siswi SMK Kawung 2 Surabaya sebesar Rp1 juta.

Adapun bantuan pemberdayaan ekonomi mustahik berupa permodalan dan pembuatan outlet. Bantuan ini disalurkan lewat program ZChiken, ZAuto, dan ZCoffe kepada sejumlah pelaku usaha kecil menengah.

Selain itu, diberikan juga bantuan alat kerja berupa rombong kepada Yuni Sulistyowati, penjual nasi pecel. Lebih lanjut, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan modal usaha UMKM kepada penjual makanan Basuki sebesar Rp1,5 juta.

Tidak berhenti di situ, terdapat banyuan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diserahkan kepada Syamsul Hadi dari Sidoarjo dengan bantuan renovasi sebesar Rp20 juta.

Sementara itu, untuk 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah pengajian Islamic Center, Gubernur Khofifah membagikan paket sembako berisi beras 5 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, 5 pcs mie instan dan teh kotak.

Acara yang digelar untuk menyambut Bulan Ramadan ini berjalan khidmat dengan adanya pembacaan shalawat, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan tausiyah Ramadan yang disampaikan langsung oleh Ketua Baznas Jatim Ali Maschan Moesa.

Di sisi lain, Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Nur Chamdani mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir dalam acara Marhaban Ya Ramadan. Nur Chamdani juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari fitnah akhir zaman di tengah gempuran era teknologi terkhususnya untuk Bunda Ojol.

"Kita sekarang ini menghadapi masa di mana tidak ada yang terlepas dari online. Tapi, apa yang perlu paling kita waspadai adalah adanya fitnah. Maka untuk puasa ini, mari kita siapkan tiga hal. Bukan hanya sekadar mengatur perut, tetapi juga lisan kita dan hati kita," tuturnya.

Ia selanjutnya mengutip perkataan dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Saat Khalifah tersebut dikenal mengatakan bahwa puasa hati lebih baik dari puasa lisan, dan puasa lisan lebih baik dari puasa perut.

"Ramadhan ini juga jadi kesempatan saya untuk mohon maaf atas segala kekurangan saya dalam membina Baznas di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Jawa Timur, Maluku, dan Papua. Karena banyak sekali kekurangan saya di dalam membina wilayah yang menjadi tanggung jawa saya. Maafkan saya," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Ramadhan 1447 Hijriah Marhaban Ya Ramadhan Bunda Ojol Baznas Jatim Zakat dan Infak Jawa timur Acara Sambut Ramadan