Sambut Ramadan, Ribuan Warga Antusias Ikuti Tradisi Thukudher di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu Kendal

17 Februari 2026 16:42 17 Feb 2026 16:42

Thumbnail Sambut Ramadan, Ribuan Warga Antusias Ikuti Tradisi Thukudher di Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu Kendal

Suasana keramaian Thukudher di halaman Masjid Al Muttaqin Kaliwungu, Selasa 17 Februari 2026. (Foto: Dian/ketik. com)

KETIK, KENDAL – Suasana pelataran Parkir Timur Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu, Selasa, 17 Februari 2026 sore, tampak padat dan penuh warna. Ribuan warga tumpah ruah memadati area itu untuk merayakan tradisi tahunan Thukudher. 

Thukudher merupakan tradisi sebuah pasar jajan rakyat yang digelar khusus menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Tradisi yang berlokasi strategis di dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun-alun Kaliwungu ini menjadi magnet bagi masyarakat.

Baik masyarakat lokal maupun dari luar daerah. Nama Thukudher sendiri sudah melekat kuat dalam benak warga Kendal sebagai penanda bahwa bulan puasa tinggal menghitung hari.

​Berbagai lapak pedagang menyajikan aneka penganan tradisional yang jarang ditemui pada hari-hari biasa. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang di gerai-gerai yang menjajakan makanan ikonik.

Seperti Sumpil (makanan berbahan dasar nasi yang dibungkus daun bambu berbentuk kerucut) dan Ndog Mimi (telur ikan mimi yang dimasak dengan parutan kelapa).

​Selain itu, pengunjung juga dimanjakan dengan kudapan tradisional lainnya seperti getuk, gendar pecel, sate, hingga minuman segar seperti kolak dan minuman rakyat lainnya yang identik dengan menu berbuka puasa.

​Bagi sebagian besar pengunjung, datang ke Thukudher bukan sekadar belanja, melainkan bagian dari ritual tahunan yang tidak boleh terlewatkan. Mia, salah satu pengunjung asal Kaliwungu, mengaku selalu menyempatkan diri hadir di acara ini setiap tahunnya.

​"Sudah tiap tahun ke sini. Memang sengaja datang untuk beli makanan khas daerah, terutama Sumpil. Rasanya kurang afdal kalau menyambut Ramadan tapi belum jajan di Thukudher Masjid Al Muttaqin," ujar Mia saat ditemui di sela-sela kegiatannya berburu takjil.

​Acara yang digelar oleh Yayasan Masjid Besar Al Muttaqin ini tidak hanya berfungsi sebagai syiar Ramadan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif bagi warga sekitar.

Kemacetan kecil sempat terjadi di akses menuju lokasi karena tingginya antusiasme warga, namun petugas keamanan setempat tampak sigap mengatur arus lalu lintas di sekitar Alun-alun Kaliwungu.

​Pasar Jajan Rakyat Thukudher ini direncanakan berlangsung hingga menjelang waktu salat Maghrib, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membawa pulang beragam hidangan khas guna dinikmati bersama keluarga di rumah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ramadan Tradisi Kaliwungu Kendal Thukudher Dugderan Kuliner Religi