Mengenal Brigjen Ahrie Sonta, Polisi Responsif di Medsos dan Sosok Jenderal Bintang Satu Termuda

23 Januari 2026 12:21 23 Jan 2026 12:21

Thumbnail Mengenal Brigjen Ahrie Sonta, Polisi Responsif di Medsos dan Sosok Jenderal Bintang Satu Termuda

Brigjen Pol Ahrie Sonta bersama Ibu Thia Sonta. (foto: Instagram @ahriesonta)

KETIK, BATU – Nama Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Ahrie Sonta kian dikenal publik seiring kiprahnya sebagai perwira Polri yang aktif merespons aduan masyarakat melalui media sosial.

Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 ini juga tercatat sebagai salah satu pejabat yang dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

Dalam rotasi dan kenaikan pangkat terbaru, Ahrie Sonta resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu. Ia menjadi bagian dari 27 perwira tinggi Polri yang mendapat promosi jabatan.

Saat ini, Ahrie mengemban tugas sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri.

Ahrie Sonta lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 2 April 1981. Sepanjang kariernya di Korps Bhayangkara, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di lapangan, baik dalam penugasan kewilayahan maupun operasi berskala nasional.

Salah satu peristiwa penting yang melibatkan Ahrie Sonta adalah keterlibatannya dalam penangkapan buronan kasus korupsi Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020.

Saat itu, Ahrie menjadi bagian dari tim yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam operasi pemulangan buronan kelas kakap yang sempat menghilang selama 11 tahun.

Selain itu, Ahrie juga pernah bergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di Papua dari ancaman kelompok kriminal bersenjata.

Di bidang penegakan hukum, rekam jejaknya cukup menonjol. Saat menjabat Kepala Unit (Kanit) Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 2018, Ahrie Sonta berhasil mengungkap peredaran lebih dari 100 kilogram narkotika hanya dalam kurun dua bulan.

Ia juga terlibat dalam pengungkapan sindikat narkotika jaringan internasional asal Taiwan dengan barang bukti mencapai 1,6 ton yang disita di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan.

Tak hanya dikenal sebagai perwira lapangan, Ahrie Sonta juga memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2009, kemudian melanjutkan ke Sespimmen Polri pada 2016, dan Sespimti Polri pada 2024 dengan predikat terbaik pada tahap matrikulasi penyetaraan.

Di luar pendidikan kedinasan, Ahrie juga menuntaskan studi magister (S2) dan doktor (S3) Ilmu Kepolisian dengan predikat cumlaude. Sejumlah pendidikan dan pelatihan internasional juga pernah diikutinya, antara lain di Politie Academy Apeldoorn, Belanda, pelatihan Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Münster, Jerman, serta pendidikan di Joint Special Operation University, US Command Center, Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Pengalaman tugasnya mencakup berbagai wilayah strategis, mulai dari jajaran kepolisian di Jawa Timur, Polda Metro Jaya, Mabes Polri, hingga penugasan operasi di Sulawesi Tengah dan Papua.

Di luar tugas formal, Ahrie Sonta dikenal luas masyarakat melalui aktivitasnya di media sosial X (sebelumnya Twitter). Melalui akun pribadinya @ahriesonta, ia kerap menanggapi langsung laporan warga terkait persoalan hukum, mulai dari penipuan, kekerasan, hingga kasus kriminal yang tengah viral.

Respons cepat dan pendekatan terbuka tersebut membuat Ahrie kerap disebut sebagai sosok perwira Polri yang dekat dengan masyarakat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi publik. (*)

Tombol Google News

Tags:

Brigjen Pol Ahrie Sonta Polri