Kado Ramadan untuk Para Pengabdi Penjaga Kehidupan Sosial Lumajang

11 Maret 2026 06:31 11 Mar 2026 06:31

Thumbnail Kado Ramadan untuk Para Pengabdi Penjaga Kehidupan Sosial Lumajang

Penyerahan Kado Ramadan bagi guru honorer, guru TPQ, marbot masjid, serta relawan penjaga perlintasan kereta api yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama LAZISMU di Pendopo Arya Wiraraja, 10 Maret 2026. (Foto: Kominfo Lumajang)

KETIK, SURABAYA – Dalam kehidupan di masyarakat banyak peran dari sekelompok orang atau komunitas. Mereka bekerja, melakukan aktivitas tanpa pamrih dan lepas dari sorotan publik, namun dampaknya besar bagi keberlangsungan kehidupan sosial. 

Hal itulah yang menjadi pesan utama dalam kegiatan penyerahan Kado Ramadan bagi guru honorer, guru TPQ, marbot masjid, serta relawan penjaga perlintasan kereta api yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama LAZISMU di Pendopo Arya Wiraraja, 10 Maret 2026.

Di hadapan para penerima manfaat, Bunda Indah Bupati Lumajang yang hadir bersama Wabup Yudha Adji Kusuma, menekankan pembangunan masyarakat tidak hanya ditopang oleh program pemerintah atau pembangunan fisik semata. Di dalamnya terdapat banyak peran sosial yang dijalankan oleh individu-individu yang bekerja dengan penuh ketulusan.

Menurutnya, guru honorer, guru TPQ, marbot masjid, hingga relawan penjaga perlintasan kereta api merupakan bagian penting dari ekosistem sosial yang menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Kontribusi mereka sering kali berjalan dalam senyap, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, perhatian dan penghargaan terhadap mereka menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling peduli,” ujar Bunda Indah.

Ia menjelaskan, guru honorer dan guru TPQ tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada generasi muda. Peran tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berintegritas.

Di sisi lain, marbot masjid menjalankan tanggung jawab menjaga rumah ibadah tetap hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Sementara relawan penjaga perlintasan kereta api berperan menjaga keselamatan publik di titik-titik perlintasan yang kerap menjadi ruang pertemuan antara mobilitas warga dan jalur transportasi.

Bagi Bunda Indah, pengabdian mereka menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat tidak selalu lahir dari peran yang besar atau terlihat, tetapi dari kesediaan untuk menjalankan tanggung jawab sosial dengan penuh keikhlasan.

Karena itu, ia menilai perhatian kepada kelompok-kelompok pengabdi masyarakat tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, di mana setiap kontribusi memiliki tempat dan dihargai.

Ia juga mengapresiasi peran LAZISMU yang secara konsisten mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat untuk mendukung berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga filantropi menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, program bantuan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

“Ketika kepedulian sosial tumbuh bersama, maka masyarakat akan memiliki kekuatan untuk saling menjaga dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Momentum Ramadan, tuturnya, menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana nilai empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap pengabdian dapat terus dirawat di tengah kehidupan masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pengabdi sosial Bunda Indah Bupati Lumajang Yudha Wabup Lumajang Lazismu berita Lumajang terkini