KETIK, MALANG – Sebagai upaya memperluas jangkauan pendidikan unggulan berbasis karakter di Indonesia, SMA Taruna Nusantara kini resmi hadir di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Berlokasi di Pagak, kampus ini menjadi bagian dari ekspansi strategis Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) untuk menghadirkan sistem pendidikan berstandar tinggi.
Kehadiran kampus di Malang ini tidak lepas dari sejarah panjang dan cita-cita luhur pendiriannya. Ide pembuatan SMA Taruna Nusantara pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal TNI LB Moerdani, pada 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa, Yogyakarta.
Jenderal TNI LB Moerdani memiliki visi besar untuk membangun sekolah yang mampu mendidik manusia-manusia terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Beliau berharap sekolah ini dapat menghasilkan lulusan unggul yang mampu melanjutkan cita-cita para Proklamator dalam menjaga kedaulatan dan memajukan bangsa.
Melansir laman resminya, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang berdiri di atas lahan seluas sekitar 30 hektare, menawarkan lingkungan belajar yang asri dan representatif untuk mendukung kegiatan akademik serta pembinaan karakter siswa. Kepemimpinan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang saat ini dipegang oleh Mochamad Mahbub Junaedi.
Sama seperti kampus utamanya, SMA Taruna Nusantara Malang menerapkan Kurikulum Terintegrasi. Sistem pendidikan di sini tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik (Kurikulum Nasional), tetapi juga penguatan karakter melalui Kurikulum Khusus yang meliputi Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan (Leadership), dan Kemandirian.
Kampus Malang dirancang dengan fasilitas yang modern untuk menunjang seluruh aspek kehidupan siswa (Taruna), di antaranya gedung pendidikan yang dilengkapi teknologi pembelajaran terkini, Asrama Ksatrian yang nyaman, dan fasilitas olahraga.
Selain itu, terdapat pusat layanan siswa atau Taruna Nusantara Center seperti Advance Study Center (ASC) dan English Study Center (ESC).
Meskipun sering diasosiasikan dengan persiapan masuk militer (Akmil) atau kepolisian (Akpol), SMA Taruna Nusantara Malang ditegaskan bukan sekolah ikatan dinas. Lulusannya memiliki spektrum pilihan yang luas, mulai dari melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di dalam negeri, universitas ternama di luar negeri, hingga sekolah kedinasan lainnya.
"SMA Taruna Nusantara Kampus Malang hadir bukan sekadar sekolah, melainkan kawah candradimuka bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin bangsa yang religius, kompeten, dan berwawasan global," tulis pernyataan resmi di laman sekolah.
Bagi orang tua dan calon siswa yang ingin bergabung dengan angkatan baru, informasi lengkap mengenai persyaratan masuk, jalur beasiswa, dan jadwal seleksi dapat diakses langsung melalui situs resmi di smatnkampusmalang.sch.id. (*)
