KETIK, MALANG – Momen perdana Salat Witir berjamaah pada 10 hari terakhir bulan Ramadan di Masjid Agung Jami Malang. Ibadah ini dihadiri oleh ratusan jamaah dengan KH. Drs. Imam Ma'ruf sebagai penceramah dan Ust. H. Affan Salim sebagai imam pada Selasa, 11 Maret 2026.
Sebagai bentuk menyambut malam Lailatul Qadar, setiap malam ganjil di 10 hari terakhir, ribuan jamaah berkumpul untuk bisa Qiyamullail lail dengan khidmat.
Malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan ini diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar sebagai malam lebih baik dari seribu bulan. Hal tersebut disebutkan dalam Al-Quran. Sehingga, Momen seperti ini menjadi waktu yang sangat spesial bagi umat Islam.
Nuansa di dalam Masjid Agung Jami' Malang ketika Salat Witir berjamaah pada malam ke-21 bulan Ramadan. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Dalam ceramahnya, KH. Drs. Imam Ma'ruf menyampaikan bahwa ada beberapa catatan yang perlu direnungkan saat membaca surah Al Qadar.
Surah Al Qadar diturunkan karena mulianya Lailatul Qadar. Tak hanya itu, surah ini juga untuk menolong orang yang memungkiri Lailatul Qadar dan Al-Qur'an sebagai wahyu yang turun berbarengan Lailatul Qadar.
Selain itu, pada Lailatul Qadar para malaikat turun untuk memebrikan salam kepada semua umat Islam yang berdzikir kepad Allah SWT.
"Malam Lailatul Qadar sudah ditentukan oleh Allah yang tidak tahu tepatnya kapan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, malaikat Jibril akan turun bersama rombongan untuk memberikan salam kepada semua hamba baik berdiri maupun duduk kepada umat yang berdzikir kepada Allah," jelas KH. Drs. Imam Ma'ruf pada ceramahnya.
Ceramah tersebut berlangsung selama 45 menit. Setelah itu, jemaah melaksanakan Salat Witir berjamaah sebanyak 11 rakaat dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Salat Witir berjamaah tersebut diimami oleh Ust. H. Affan Salim. Ibadah berjamaah tersebut berlangsung khidmat dan tenang. Sehingga, momen penuh Salat Witir bisa terus dihadiri hingga akhir bulan Ramadan.(*)
