KETIK, JOMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat, 10 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti belum meratanya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di sekolah berbasis agama.
Dari hasil peninjauan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menemukan adanya perbedaan signifikan dalam penerimaan program MBG.
“Tadi saya ke SMAN 2, disana sudah mendapatkan MBG sejak beberapa bulan lalu. Kalau MAN 1 Jombang, katanya mulai hari ini baru berjalan,” ujarnya, usai melakukan kunjungan kerja dalam rangka sosialisasi program MBG, kebijakan pangan dan lingkungan.
Menurutnya, ketimpangan distribusi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mengaku sudah beberapa kali menggelar rapat guna mendorong percepatan penyaluran program MBG, terutama ke sekolah berbasis keagamaan seperti madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah, hingga pondok pesantren.
Zulhas mengungkapkan, hingga saat ini cakupan MBG di sekolah berbasis agama masih tergolong rendah.
“Ini masih sekitar 15 persen yang sudah terlayani program MBG. Sementara sekolah umum sudah mencapai 80 persen,” katanya.
Ia pun meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mempercepat distribusi agar tidak terjadi kesenjangan layanan antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama di Jombang maupun daerah lain.
“Kalau sekolah umum sudah ada yang menerima 6 sampai 7 bulan, sedangkan sekolah berbasis agama masih banyak yang belum. Seperti MAN 1 Jombang ini,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli juga sempat berdialog langsung dengan para siswa. Ia mengaku menerima keluhan dari siswa yang mempertanyakan keterlambatan program tersebut.
“Tadi anak-anak sempat protes, ‘Pak, kami kok belum menerima paket MBG’. Ini yang harus segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan akses yang sama terhadap program Makan Bergizi Gratis.
“Kami minta BGN mempercepat distribusi ke sekolah-sekolah berbasis agama, agar semuanya bisa merasakan manfaat program ini secara merata,” pungkas Zulhas. (*)
