UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

10 April 2026 15:57 10 Apr 2026 15:57

Gracio Pardomuan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

Sesi foto bersama jajaran pimpinan UNAIR serta para direktur dari RSUD Bangil, RSUD Grati, dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu usai penandatanganan kesepahaman bersama (Foto: PHMP UNAIR)

KETIK, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) terus memperluas jejaring kolaborasi untuk membangun ekosistem pendidikan medis yang lebih inklusif dan berdampak langsung ke masyarakat. Langkah ini diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga rumah sakit daerah pada Jumat,10 April 2026.

Kesepakatan tersebut berlangsung di Aula Amerta Lantai 4 Kampus MERR-C Unair, dihadiri Rektor Unair Muhammad Madyan bersama jajaran pimpinan fakultas rumpun kesehatan. Turut hadir pula para direktur dari RSUD Bangil, RSUD Grati, dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu.

Kolaborasi Nyata: Pendidikan, Riset, dan Layanan

Dalam sambutannya, Prof Madyan menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi bagian dari upaya serius UNAIR dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, dan layanan kesehatan.

“Kehadiran para pimpinan ini mencerminkan kesungguhan kita untuk berkolaborasi, baik dalam pendidikan maupun riset bersama rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi antara dunia akademik dan layanan medis akan melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga matang secara praktik. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman klinis nyata yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tapi juga memperkuat proses pembelajaran dan kompetensi tenaga kesehatan di masa depan,” tambahnya.

Ia pun berharap nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang lebih konkret dan aplikatif.

Rumah Sakit Jadi Laboratorium Nyata

Dari sisi mitra, Direktur RSUD Bangil, Arma Roosalina, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi rumah sakit pendidikan satelit.

Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan pasien justru menjadi peluang besar bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan untuk belajar langsung dari beragam kasus nyata.

“Kunjungan pasien dengan berbagai kasus cukup tinggi, sehingga ini menjadi peluang besar bagi pendidikan dokter dan spesialis untuk belajar,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu berjalan beriringanmeningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan layanan publik.

“Semoga kerja sama ini bisa berjalan jangka panjang dan memberi manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun peserta didik,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Unair Kolaborasi RSUD Pendidikan medis layanan kesehatan Kedokteran Info Kampus