KETIK, JOMBANG – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang menghadirkan dinamika baru dalam proses regenerasi kepemimpinan partai.
Mengusung konsep PKB Green Party, Muscab DPC PKB Jombang yang digelar pada, Minggu, 5 April 2026 ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga momentum perubahan pola rekrutmen pemimpin yang lebih berbasis kompetensi.
Wakil Ketua DPC PKB Jombang, M Subaidi Muktar, mengungkapkan bahwa hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB telah memunculkan lima nama calon Ketua DPC. Kelima nama tersebut yakni Hadi Atmadji, Anas Burhani, Wahyu Hakim (Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim), Kartiyono, dan M Fauzan.
“Namun dalam forum Muscab DPC PKB Jombang, peserta juga mengusulkan tambahan nama di luar hasil pemetaan DPP, yakni Ibu Erna Kuswati dan KH Salmanuddin Yazid. Sehingga total ada tujuh nama calon Ketua DPC PKB Jombang yang akan mengikuti tahapan berikutnya, Uji Kompetensi Kemampuan (UKK) serta tes wawancara,” ujarnya.
Selain itu, dinamika Muscab juga berkembang dengan adanya usulan dari peserta agar Wakil Bupati Jombang masuk dalam struktur Dewan Syuro PKB Jombang. Hal ini dinilai sebagai bagian dari penguatan sinergi antara partai dan pemerintahan daerah.
Menurut Subaidi, seluruh nama yang muncul tidak serta-merta ditentukan melalui voting. PKB kini meninggalkan pola pemilihan yang dinilai terlalu liberal dan berpotensi melahirkan konflik internal. Sebagai gantinya, partai menerapkan mekanisme Uji Kompetensi Kemampuan (UKK).
“Ke depan kita tidak lagi mengedepankan pola lama. UKK menjadi instrumen penting untuk mengukur kapasitas kepemimpinan, kompetensi, hingga kesiapan mental para calon,” tegasnya.
Tahapan UKK akan digelar dalam dua sesi. Pertama berupa psikotes yang dijadwalkan pada 10–11 April 2026, untuk mengukur aspek kepemimpinan, karakter, dan kompetensi. Selanjutnya, para kandidat akan mengikuti tes wawancara mendalam yang hasilnya akan dibawa ke DPP PKB sebagai bahan penentuan akhir.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmadji, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab tahun ini mengusung semangat baru melalui konsep PKB Green Party. Ia menyebut, politik ke depan harus memberi dampak positif bagi masyarakat, bukan sekadar janji.
“Kita ingin politik yang memberikan oksigen, bukan polusi janji-janji. Ini menjadi komitmen PKB dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Hadi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik. Ia membuka ruang bagi generasi Z untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan partai.
“Jombang harus menjadi ruang bagi generasi Z untuk masuk ke politik. PKB siap menampung ide, kreativitas, dan gagasan mereka, termasuk dalam konsep Muscab ini,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Hadi mengaku terharu atas dukungan yang diterimanya selama lima tahun memimpin PKB Jombang. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus atas kerja sama yang telah terbangun.
Muscab DPC PKB Jombang turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, jajaran Forkopimda, pimpinan partai politik, Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar, serta Ketua DPP PKB Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Daniel Johan.
Dengan mekanisme UKK yang ketat dan munculnya tujuh kandidat potensial, Muscab PKB Jombang 2026 menjadi penanda arah baru dalam proses kaderisasi partai yang lebih terukur, kompetitif, dan minim konflik.(*)
