13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

10 April 2026 16:17 10 Apr 2026 16:17

Maulidya Hanin N., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

Ilustrasi Gedung UIN Sunan Ampel Surabaya . (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Proses pendaftaran calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) untuk periode 2026–2030 resmi ditutup pada Jumat, 6 Maret 2026.

Sebanyak 13 guru besar mendaftarkan diri dalam proses penjaringan yang berlangsung di Gedung Rektorat UINSA.

Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan guru besar perempuan yang turut meramaikan kontestasi kepemimpinan kampus, yakni Prof. Dr. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag.; Prof. Dr. Siti Warjiyati, S.H., M.H.; Prof. Dr. Husniyatus Salamah, M.Ag.; serta Prof. Dr. Zumrotul Mukaffa, M.Ag.

Keikutsertaan empat akademisi perempuan tersebut menjadi sorotan tersendiri dalam dinamika pemilihan rektor kali ini.

Kehadiran mereka menambah warna dalam bursa calon pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri tersebut, sekaligus menunjukkan semakin terbukanya ruang kepemimpinan bagi perempuan di lingkungan akademik.

Sembilan guru besar di antaranya yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor adalah Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D.; Prof. Dr. Abdul Chalik, M.Ag.; Prof. Dr. Khoirun Niam, M.Ag.; M.Ag.; Prof. Dr. Idri, M.Ag.; Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag.; M.Ag.; Prof. Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Pd.; Prof. Dr. Mohammad Kurjum, M.Ag.; Prof. Dr. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag.

Pada hari terakhir pendaftaran, suasana di Gedung Rektorat UINSA tampak cukup ramai. Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan terlihat mengantar para pendaftar menuju ruang panitia. Kehadiran civitas akademika tersebut menciptakan atmosfer yang dinamis menjelang tahapan seleksi berikutnya.

Sementara itu, salah satu kandidat, Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D. berharap proses pemilihan rektor dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi kampus.

“Harapannya munculnya pemimpin yang lebih empatik dan humanis dalam memimpin perubahan,” ujarnya.

Ia juga menilai seluruh kandidat memiliki kualitas yang baik dalam tahapan awal seleksi.

“Semua calon telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Presentasinya juga rata-rata sudah bagus semua,” katanya.

Ke depan, dinamika pemilihan rektor UINSA diperkirakan akan semakin menarik, terlebih dengan hadirnya empat guru besar perempuan yang turut berkompetisi dalam proses penjaringan pimpinan kampus tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Uinsa calon Rektor kandidat UIN