Jika tidak ada aral melintang Komite Olahraga Nasional (KONI) Trenggalek akan memasuki warna baru. Orang nomor satu parlemen Trenggalek akan menjadi nakhoda periode 2026-2028. Dialah Doding Rahmadi, politisi senior PDIP ini diberi amanat oleh sebagian besar cabang olahraga (cabor) untuk memimpin KONI. Terntu dengan harapan bisa membawa perubahan, mulai dari tata kelola organisasi, kesejahteraan atlet dan peningkatan prestasi olahraga di Trenggalek.
Kehadiran sosok pejabat publik diharapkan bisa menjadi daya ungkit membawa Trenggalek bersaing dengan daerah lain. Baik di level regional, nasional, maupun internasional. Meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ini artinya, tantangan dan beban berat ada di pundaknya untuk merealisasi apa yang sudah dicanangkan dalam mengemban amanat.
Keberanian Doding sapaan dia, mengambil resiko menjadi ketua KONI disaat situasi keterbatasan anggaran dari APBD tentu ada alasan yang mendasar. Setidaknya, aspirasi-aspirasi dari cabor ataupun masyarakat bisa masuk di ruang parlemen. Sehingga, ada ruang untuk mencarikan solusi.
Meskipun ada beberapa pihak yang meragukan akan kepemimpinannya di KONI yang akan datang, tapi langkah berani tersebut patut diapresiasi. Karena, rasa peduli itu tidak banyak dimiliki oleh individu yang sudah berada dalam zona nyaman. Rasa peduli itu mungkin muncul atas capaian-capaian di beberapa even. Salah satunya adalah terpuruknya kontingen Trenggalek di dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Pun demikian dengan kondisi sarana dan prasarana yang banyak dikeluhkan oleh beberapa cabor kemungkinan bisa menjadi motivasinya untuk membuat perubahan dengan terobosan-terobosannya.
Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Bisa Jadi Solusi
Di Trenggalek, even PORKAB memang sudah lama tak digelar, padahal itu bisa menjadi alternatif untuk menyaring atlet tampil di even regional maupun nasional. Tak terkecuali untuk rekomendasi pemberangkatan atlet pada Porprov. Selain bisa menambah jam terbang, PORKAB bisa dijadikan ajang seleksi kesiapan atlet pada even-even diatasnya.
Kemudian, tim pemandu bakat bisa melihat secara langsung kualitas para atlet agar bisa bersaing dengan daerah lain. Termasuk bisa dijadikan ajang penjaringan talenta-talenta berbakat dari berbagai kecamatan yang ada di Trenggalek.
Perbaikan Sarana dan Prasarana Atlet
Trenggalek memiliki beberapa atlet-atlet berbakat yang berkualitas. Mulai dari Pencak Silat, Senam, Catur, Panahan, dan sebagian cabor lainnya. Nah, untuk mendongkrak prestasinya tentu diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar bisa lebih bergeliat dalam meningkatkan prestasi.
Atlet Senam dan Pencak Silat Trenggalek sering menjadi duta Jawa Timur, bahkan menjadi duta Indonesia tampil di even internasional. Misalnya SEA Games dan Asian Games. Tentu saja ini perlu mendapat perhatian serius.
Peningkatan Kualitas Pelatih
Secara umum faktor pelatih juga menjadi poin penting dalam mendongkrak prestasi atlet. Sentuhan tangan dinginnya bisa menjadi motivasi tersendiri. Walaupun itu harus juga diimbangi dengan kualitas atlet.
Mendatangkan pelatih dari luar daerah juga bisa menjadi alternatif untuk cabor-cabor yang masih punya potensi berkembang. Trenggalek gudangnya atlet bisa menjadi salah satu alasan.
Tak kalah penting adalah bimtek pelatih dengan melakukan studi tiru ke daerah lain. Tujuannya jelas, selain menambah pengalaman juga bisa dijadikan ajang menimba ilmu. Termasuk ikut diklat kepelatihan juga tak penting.
Sentuhan tangan dingin ketua baru untuk membuat perubahan sangat ditunggu-tunggu publik Trenggalek. Apakah sosok pejabat publik bisa membuat warna baru prestasi atlet Trenggalek agar bisa mengembalikan kejayaan menjadi langganan tim PON dan Timnas, semoga.
*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.
