KETIK, MALANG – Prof. H. M. Abdul Hamid, Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil menciptakan inovasi kreatif dalam mengembangkan pembelajaran bahasa di lingkungan kampus.
Melalui berbagai program dan kolaborasi internasional, ia berupaya menghadirkan sistem pembelajaran bahasa yang adaptif, modern, dan sesuai dengan standar internasional.
Pria kelahiran 1 Februari 1973 mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global. Inovasi kreatif dan keaktifan dalam kerja sama menjadi komitmen dari Prof. M. Abdul Hamid ketika diberikan amanah yang cukup besar tersebut.
Dalam perjalanannya, Prof. M. Abdul Hamid ketika menjabat sebagai kepala pusat pengembangan bahasa UIN Malang, ia telah berhasil menciptakan buku Al Arabiyah Lil Hayah sebagai media pembelajaran bahasa Arab dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, hingga mendapatkan rekor muri pada 2023.
Inovasi ini adalah dimana pada buku Al Arabiyah Lil Hayah terdapat barcode, mahasiswa bisa menscannya, kemudian akan muncul audionya. Media ini masih digunakan oleh mahasiwa hingga saat ini.
"Itu salah satu karya kami yang menurut orang-orang adalah prestasi, karena belum ada di seluruh perguruan tinggi apalagi perguruan tinggi Islam, karena itu kami dapat rekor muri, buku bahasa arab pertama yang dilengkapi dengan aplikasi, itu yang sampai saat ini jadi prestasi," jelas Prof. M. Abdul Hamid.
Tak hanya itu, di bawah pimpinan Prof. M. Abdul Hamid, pusat pengembangan bahasa UIN Malang menjadi satu-satunya yang terverifikasi ISO, 21.001 dengan proses pembelajaran bahasa Arab dan Inggris secara intensif yang berstandar internasional.
Selain untuk mahasiswa, ia bersama tim juga berhasil bekerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri. Sehingga, pada saat itu, pusat pengembangan bahasa bisa mengirim beberapa dosen untuk latihan di luar negeri. Beberapa perguruan tinggi tersebut ialah Dicken University di Melbourne, Lisanul Arab Institut, hingga ke Yordania.
Hal ini dilakukan agar dosen tak hanya memahami terkait vocabulary, structure, atau grammar, namun juga tentang culturenya, kemudian tutur kata sehari-hari yang digunakan bersama para native speaker.
"Pentingnya pelatihan keluar negeri itu kan satu belajar bahasa itu tidak sekadar belajar kata structure vocabulary dan grammar tapi ada hal lain, bagaimana culturenya, bagaimana tutur kata sehari-hari yang digunakan," ungkap Prof. M. Abdul Hamid.
Tak hanya secara praktis, Prof. M. Abdul Hamid juga membangun akademis di pusat pengembangan bahasa. Ia mengungkapkan bahwa pusat pengembangan bahasa UIN Malang memiliki jurnal artikel yang terindeks Sinta.
Dari beberapa prestasi tersebut, akhirnya Prof. M. Abdul Hamid dipilih untuk menjadi Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama pada periode 2025 - 2029 bersama Prof. Ilfi Nur Diana sebagai Rektor.
Tak hanya itu saja, Prof. M. Abdul Hamid adalah lulusan Timur Tengah. Pada pendidikan Magister ia menimba ilmu di King Saud University Riyadh pada tahun 2007.
Dari hal tersebut, sehingga UIN Malang bisa memiliki hubungan dekat dengan kedutaan Arab Saudi yang berada di Jakarta. Pembangunan kampus tiga juga dibantu oleh Saudi Fund for Development (SFD).
Selain relasi dengan Timur Tengah, ia juga mendukung program rektor pada bidang pengembangan lembaga kerja sama. Dalam hal ini, Prof. M. Abdul Hamid mengungkapkan bahwa UIN Malang sudah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan industri luar negeri.
Salah satunya adalah kerja sama dengan Jepang untuk tempat magang bagi mahasiswa. Mahasiswa nantinya juga akan mendapatkan gaji dan kemungkinan juga bisa bekerja di sana dan sekaligus bisa masuk dalam sks.
Dalam hal ini, salah satu program yang ia laksanakan selama menjadi Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama adalah berkerja sama dengan perusahaan Internasional untuk bisa memberikan peluang kerja bagi lulusan UIN Malang.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa saat ini ada program pengembangan lembaga dengan program studi baru yang marketable, seperti manajemen Haji dan Umroh.
Dalam hal ini, ia bekerja sama dengan kementerian Haji dan Umroh untuk bisa memberikan tempat magang bagi mahasiswa. Selain itu, akan ada program studi dan fakultas baru, sepeti Ekonomi Syariah dan program studi umum lainnya.
Prof. M. Abdul Hamid mengatakan untuk kedepannya, ia bersama tim akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak yang bisa berdampak langsung. Dalam hal ini, ia mengusahakan datangnya dari fakultas agar kerja sama bisa berkelanjutan tak berhenti setelah tanda Tangan MOU.
"Untuk kedepannya akan terus kerja sama, kami akan fokus kerja sama-sama yang bisa berdampak langsung, kerja sama itu kita usahakan datangnya dari fakultas, biar bisa berkelanjutan, kita usahakan seluruh MOU itu harus ada kegiatan yang jelas, apa tindak lanjut dadi MOU itu," ucap Wakil Rektor IV UIN Malang tersebut.
Ia juga berharap agar bisa fokus untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sehingga mereka bisa mencetak prestasi.(*)
