KETIK, JAKARTA – Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran bukan hanya memakan korban di medan perang, tetapi juga menguras biaya dalam jumlah luar biasa besar.
Hanya dalam waktu sekitar 100 jam atau empat hari sejak operasi militer dimulai, Amerika Serikat dilaporkan telah menanggung kerugian hingga 5,82 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,5 triliun.
Operasi militer yang disebut “Operation Epic Fury” itu dilancarkan Washington untuk membantu Israel menghadapi Iran di tengah konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Biaya Perang Membengkak dalam Hitungan Hari
Jumlah kerugian tersebut berasal dari berbagai komponen, mulai dari biaya operasional harian hingga kerusakan aset militer yang terkena serangan balasan Iran maupun insiden di lapangan.
Jika dihitung, biaya perang yang dikeluarkan Amerika Serikat selama 100 jam pertama setara dengan sekitar 0,69 persen dari total anggaran pertahanan AS tahun 2026.
Angka itu menggambarkan betapa mahalnya operasi militer modern, di mana penggunaan senjata presisi tinggi, sistem radar canggih, hingga operasi udara berskala besar memerlukan dana sangat besar setiap harinya.
Sejumlah analisis bahkan memperkirakan biaya perang bisa mencapai sekitar 900 juta dolar AS per hari, terutama untuk penggunaan amunisi, pengerahan pesawat tempur, serta mobilisasi pasukan dan logistik militer.
Radar Canggih Jadi Kerugian Terbesar
Menariknya, penyumbang terbesar kerugian bukanlah jet tempur atau kapal perang, melainkan sistem radar peringatan dini berteknologi tinggi milik militer Amerika Serikat.
Salah satu radar strategis bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS dilaporkan rusak akibat serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Selain radar, sejumlah aset militer lain juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk pesawat tempur serta perangkat komunikasi satelit yang menjadi tulang punggung operasi militer modern.
Perang yang Bisa Semakin Mahal
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri masih terus berlangsung dan berpotensi meluas. Operasi militer besar-besaran bahkan telah menghantam ribuan target militer Iran dalam waktu singkat.
Para analis memperkirakan biaya perang akan terus meningkat jika operasi militer diperpanjang. Pemerintah AS bahkan diperkirakan harus meminta tambahan anggaran miliaran dolar kepada Kongres untuk membiayai konflik tersebut.
Jika perang terus berlanjut dalam skala besar, angka kerugian yang saat ini mencapai puluhan triliun rupiah bisa melonjak jauh lebih besar dalam hitungan minggu. (*)
