KETIK, SAMPANG – Warga Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia dewasa di sebuah lubang bekas galian tanah, Rabu, 21 Januari 2026) pagi.
Kerangka manusia tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di lubang bekas galian berukuran kurang lebih 200 sentimeter x 50 sentimeter dengan kedalaman sekitar satu meter. Lokasi penemuan sebelumnya tergenang air serta ditumbuhi pohon akasia dan rumput liar. Saat ditemukan, kerangka masih dalam kondisi lengkap dengan pakaian dan alas kaki yang melekat.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya penemuan kerangka manusia tersebut. Ia menjelaskan, kerangka itu pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh operator alat berat saat melakukan pekerjaan perataan tanah.
“Kerangka manusia ditemukan ketika operator excavator hendak meratakan tanah untuk pembangunan milik Pondok Pesantren Nazhatut Thullab di wilayah Camplong,” ujar AKP Eko Puji Waluyo.
Operator alat berat bernama Wisholus Sholihin, warga Desa Taddan, awalnya bermaksud menutup lubang galian yang tergenang air. Namun, saat excavator menarik material tanah, kerangka manusia beserta pakaian yang dikenakan ikut terangkat.
“Kerangka ditemukan dalam kondisi lengkap, mengenakan jaket hoodie, celana jeans, sandal, ikat pinggang, kemeja, serta celana dalam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini identitas korban belum diketahui dan masih berstatus Mr X.
Selain Wisholus Sholihin, polisi juga memintai keterangan seorang saksi lain bernama Firman Arisandi, warga Kecamatan Omben. Petugas telah mencatat identitas para saksi serta mengamankan lokasi penemuan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan pengelola Pondok Pesantren Nazhatut Thullab serta tim Reserse Kriminal Polres Sampang untuk mendalami asal-usul kerangka tersebut dan memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
“Saat ini kerangka manusia telah dibawa dan disimpan di RSUD Sampang untuk keperluan pemeriksaan medis serta identifikasi lebih lanjut,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo.
Sementara itu, Humas RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Amien Jakfar, membenarkan bahwa pihak rumah sakit telah menerima kerangka manusia dari kepolisian.
“Benar, kami menerima kerangka manusia dari pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan awal sesuai prosedur,” ujar Amien Jakfar.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan kepolisian terkait proses identifikasi serta tindak lanjut medis terhadap kerangka tersebut. (*)
