Warga Blambangan Terdampak Debu Proyek Sekolah Rakyat, Ini Kata Sonny T. Danaparamita

11 Maret 2026 10:00 11 Mar 2026 10:00

Thumbnail Warga Blambangan Terdampak Debu Proyek Sekolah Rakyat, Ini Kata Sonny T. Danaparamita

Kondis jalan berdebu dampak pembangunan sekolah rakyat di Banyuwangi, Selasa 10 Maret 2026 (Foto: Hakim Said/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Keluhan warga mengenai debu dari proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mendapat perhatian dari anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita.

Aspirasi tersebut muncul setelah warga melaporkan dampak aktivitas kendaraan proyek yang keluar masuk lokasi pembangunan. Lalu lintas truk pengangkut material disebut menimbulkan debu tebal di sekitar permukiman, terutama di wilayah Dusun Mangunrejo.

Keluhan itu disampaikan oleh salah satu warga yang juga dikenal sebagai influencer lokal kepada Sonny. Dalam laporannya, warga tersebut menyebut kondisi jalan di sekitar proyek sering dipenuhi debu saat cuaca panas, sementara ketika hujan turun jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Akibat kondisi itu, sejumlah warga mengaku mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan debu, bahkan beberapa kasus disebut mengarah pada gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Selain berdampak pada kesehatan, kondisi jalan yang tertutup debu juga dinilai membahayakan pengguna jalan,” jelas anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sonny mengaku telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Asisten Pembangunan agar segera memberi perhatian terhadap persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Banyuwangi agar persoalan ini mendapat perhatian, terutama terkait kesehatan warga dan keselamatan pengguna jalan akibat debu dari aktivitas proyek,” ujar Sonny kepada wartawan, Selasa, 10 Maret 2026.

Sonny menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Meski demikian, ia menekankan bahwa pelaksanaan proyek tetap harus memperhatikan dampak lingkungan serta kenyamanan warga di sekitar lokasi pembangunan.

Ia menilai keberlanjutan proyek harus diimbangi dengan langkah mitigasi terhadap dampak yang muncul di tengah masyarakat.

“Program nasional tentu penting dan harus berjalan. Namun dampak yang dirasakan warga juga tidak boleh diabaikan. Pemerintah perlu mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat,” kata Sonny.

Lebih lanjut, ia menyebut proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut berada di bawah program pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya akan mendorong kementerian terkait untuk merespons keluhan masyarakat.

“Beberapa kementerian yang terlibat dalam program tersebut di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Sonny.

Ia berharap koordinasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pihak pelaksana proyek dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain pengendalian debu, pembersihan jalan secara berkala, serta pengaturan lalu lintas kendaraan proyek.

“Harapannya keluhan warga bisa segera ditindaklanjuti sehingga proyek tetap berjalan dengan baik, sementara masyarakat di sekitar lokasi juga tetap terlindungi,” pungkas Sonny. (*)

Tombol Google News

Tags:

Warga Blambangan Terdampak Debu Proyek Sekolah Rakyat Ini Kata Sonny T. Danaparamita