KETIK, SURABAYA – Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mengimbau kepada jemaah umrah untuk lebih selektif memilih penerbangan ke Tanah Suci. Hal ini demi keamanan di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jatim, Mohammad As'adul Anam menjelaskan, saat ini persoalan utama dalam perjalanan umrah pada aspek penebangan, khususnya bagi jemaah yang menggunakan rute transit.
"Kalau penerbangan aman dan langsung tanpa transit, maka jadwal tetap berjalan normal dan tidak ada penundaan," katanya pada Kamis 26 Maret 2026.
Maskapai dari Indonesia yang langsung terbang ke Arab Saudi, kata As'adul Anam juga masih beroperasi normal. Maskapai tersebut juga masih menjalankan jadwal terbang semestinya.
Beberapa kota di Indonesia yang masih membuka jalur penerbangan umrah, seperti Surabaya, Jakarta, dan Bali juga masih beroperasi normal. Jemaah yang berangkat dari sana juga masih banyak.
Kendati aman, maskapai tersebut hanya melakukan penyesuaian jalur penerbangan. Katanya, sejumlah maskapai saat ini terbang melalui jalur selatan.
“Maskapai yang terbang langsung dari Indonesia ke Jeddah masih on schedule, hanya jalurnya dialihkan melalui jalur selatan,” jelasnya.
Imbauan Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim ini, menyusul semakin banyaknya jemaah umrah yang melakukan perjalanan ke Tanah Suci di tengah perang.
Ia menjelaskan, pada tiga pekan lalu, jumlah calon jemaah yang berangkat umrah tercatat sekitar 1.700 orang. Angka itu naik sekitar 2.500 pada pekan berikutnya. Sedangkan pada data terbaru, jumlahnya mencapai 4.500 jemaah umrah. (*)
