KETIK, SURABAYA – Jemaah Umrah Ramadan KBIHU Muhammadiyah Surabaya menggelar silaturahmi usai salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sejumlah jemaah tampak terharu, bahkan sampai meneteskan air mata di kegiatan silaturahmi tersebut. Selain berbahagia karena bisa berpuasa Ramadan hingga salat id di Tanah Suci, mayoritas jemaah juga sedih karena dijadwalkan harus meninggalkan Makkah dan segera kembali ke Tanah Air.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya KH Marjuki mengaku bersyukur karena bisa membersamai 90 orang jemaah mengikuti salat id hingga pertemuan silaturahmi sekaligus bermaaf-maafan sebagaimana tradisi di Indonesia selama ini.
Kiai Marjuki yang juga seorang pembimbing umrah tersebut menyampaikan tausiyah dan mengutip Surat Ali Imron ayat 133-134 tentang ciri orang bertaqwa.
“Cirinya yaitu sanggup berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, memberi maaf dan meminta ampunan ketika berbuat kesalahan,“ ujarnya di sela silaturahmi yang dilaksanakan di Hotel Loloat Al-Azhar Ajhad Makkah.
Sejumlah jemaah umrah ramadan KBIHU Muhammadiyah bersilaturahmi usai mengikuti salat id di Masjidil Haram, Mekkah pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: KBIHU Muhammadiyah)
Sementara itu, Pembimbing Utusan KBIHU Muhammadiyah Ali Fauzi menjelaskan bahwa silaturahmi Idulfitri ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi jemaah dan diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, semua jemaah juga dalam keadaan sehat walafiat. Pelaksanaan umrah berjalan lancar, para jemaah dapat beribadah optimal hingga beritikaf di Masjidil Haram,” tutur Kepala SMA Muhammadiyah 4 Surabaya itu.
Pada kesempatan tersebut, salah seorang perwakilan jemaah, Fitriah, mengungkapkan rasa harunya karena dimampukan memenuhi panggilan Allah melalui hadiah umrah yang diperoleh putrinya dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
“Kita telah dipersatukan menjadi saudara melalui ibadah umrah ramadan KBIHU Muhammadiyah Surabaya. Biaya ekonomis, tapi pelayanan eksklusif," ucap dia.
Di sisi lain, mewakili Direktur PT. Syahnaz Anggun Natour, KH Hasan Cholis menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas pelayanan travel, mulai dari transportasi, akomodasi dan konsumsi.
Pihaknya bahkan memberikan hadiah kejutan berupa uang tunai masing-masing Rp300 ribu untuk Ahmad Haris Ash-Shidqi sebagai jemaah umrah termuda berusia 14 tahun, dan Mohammad Nazir asal Bangkalan berusia 73 tahun jemaah tertua.
Tak itu saja, jumlah jemaah terbanyak dalam satu keluarga yaitu Keluarga Supadi dan keluarga Mahfud yang masing-masing berjumlah empat orang juga mendapat hadiah untuk kenang-kenangan. (*)
