Banner #Lebarandimakkah

Catatan Perjalanan Jurnalis Ketik.com dari Makkah

Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Salat Id Digelar di Tengah Bayang-bayang Cuaca Ekstrem

19 Maret 2026 23:14 19 Mar 2026 23:14

Thumbnail Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 20 Maret 2026, Salat Id Digelar di Tengah Bayang-bayang Cuaca Ekstrem

Resmi: Arab Saudi akan merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan diambil setelah hilal tidak terlihat pada Rabu malam.(Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini diambil setelah Mahkamah Agung Kerajaan menerima laporan bahwa bulan sabit muda (hilal) tidak terlihat pada pemantauan serentak yang dilakukan Rabu malam, 18 Maret 2026.

Laporan resmi yang dirilis melalui Saudi Press Agency (SPA) menyebutkan, lantaran hal tersebut maka bulan suci tahun ini digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.

Dengan ketetapan tersebut, Kamis, 19 Maret 2026, menjadi hari terakhir puasa, dan umat Muslim di seluruh penjuru Kerajaan akan merayakan hari kemenangan pada Jumat pagi besok.

Gerimis Deras di Masjidil Haram

Suasana syahdu menyelimuti pengujung Ramadan di kota suci. Pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026, kawasan seputaran Masjidil Haram, Makkah, dilanda gerimis yang cukup deras menjelang waktu salat Subuh. Meski rintik hujan membasahi pelataran tawaf, hal tersebut tidak menyurutkan langkah jutaan jemaah yang tetap khusyuk menunaikan ibadah di hari terakhir bulan suci.

Kondisi cuaca ini selaras dengan prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) yang memprediksi adanya curah hujan bervariasi di wilayah Hijaz menjelang pergantian bulan.

Gerimis deras ini dipandang sebagai berkah penyejuk bagi jemaah, meski otoritas setempat kini harus bekerja ekstra memastikan kesiapan sarana salat Idulfitri yang dijadwalkan berlangsung sekitar 15 menit setelah matahari terbit pada Jumat pagi.

Penunjukan Khatib dan Rujukan Global

Mengutip laporan The Islamic Information pada Kamis, 19 Maret 2026, otoritas Dua Masjid Suci telah menunjuk imam dan khatib yang akan memimpin jalannya salat Idulfitri 1447 H.

Di Masjidil Haram, Makkah, Syaikh Dr Usamah Khayath dijadwalkan bertindak sebagai khatib. Sementara itu, khotbah di Masjid Nabawi, Madinah, akan disampaikan oleh Syaikh Dr Shala Al Budair.

Penetapan Arab Saudi ini kembali menjadi rujukan penting bagi sebagian besar umat Muslim di seluruh dunia. Mengingat Ramadan di Kerajaan dimulai pada 18 Februari lalu, umat Muslim di tanah suci kini telah menuntaskan kewajiban puasa serta amalan spiritualitas mereka selama satu bulan penuh.

Karakteristik kalender lunar memang membuat penentuan hari besar Islam sangat bergantung pada akurasi hasil rukyatul hilal di lapangan.

Semarak Persiapan Lebaran

Di bawah langit Makkah yang masih menyisakan rintik hujan, semarak persiapan Lebaran tetap terasa kuat. Pusat-pusat perbelanjaan terpantau padat oleh warga yang melengkapi kebutuhan hari raya, mulai dari pakaian baru hingga perlengkapan perayaan lainnya.

Momen Jumat besok tidak hanya akan menjadi penanda fajar kemenangan bagi umat Islam, tetapi juga dimulainya atmosfer hari raya Idulfitri yang biasanya berlangsung meriah selama beberapa hari ke depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ramadandimakkah Lebarandimakkah Idulfitri 2026 Arab Saudi 1 Syawal 1447 H masjidil Haram Makkah hilal Syawal Ramadan 2026 Istikmal Salat Id Cuaca Makkah Syaikh Usamah Khayath Syaikh Shala Al Budair Saudi Press Agency Berita Internasional Lebaran 2026