Fenomena Umrah Saat Hari Raya, Rayakan Lebaran di Tanah Suci

21 Maret 2026 20:00 21 Mar 2026 20:00

Thumbnail Fenomena Umrah Saat Hari Raya, Rayakan Lebaran  di Tanah Suci

Foto: Makkah (Ka'bah). (Sumber: Pinterest)

KETIK, JAKARTA – Bagi sebagian umat Muslim, merayakan Idulfitri tidak selalu dilakukan di kampung halaman bersama keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru di mana banyak orang memilih merayakan Lebaran sambil menunaikan ibadah umrah di Makkah dan Madinah.

Bagi mereka, merasakan suasana hari raya di sekitar Masjid al-Haram atau Masjid Nabawi menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan.

Fenomena ini biasanya mulai terlihat sejak akhir bulan Ramadan hingga beberapa hari setelah Lebaran. Banyak jemaah yang sengaja memilih waktu tersebut karena ingin merasakan suasana ibadah yang lebih khusyuk di Tanah Suci.

Selain itu, momen berkumpulnya umat Muslim dari berbagai negara di satu tempat juga memberikan pengalaman religius yang berbeda dibandingkan merayakan Lebaran di rumah.

Bagi sebagian orang, melaksanakan umrah saat hari raya memiliki makna spiritual tersendiri. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, mereka ingin menutup Ramadan dengan memperbanyak ibadah di tempat yang dianggap paling suci dalam Islam.

Tidak sedikit pula yang menjadikan momen tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan sepanjang tahun.

Selain alasan spiritual, faktor sosial dan gaya hidup juga turut memengaruhi meningkatnya minat umrah saat Lebaran. Semakin mudahnya akses perjalanan internasional, bertambahnya pilihan paket perjalanan, serta berkembangnya informasi melalui media sosial membuat ibadah umrah terasa lebih terjangkau bagi sebagian masyarakat.

Banyak biro perjalanan juga menawarkan paket khusus Lebaran yang menggabungkan ibadah umrah dengan pengalaman merayakan hari raya di Tanah Suci.

Meski demikian, suasana Lebaran di Tanah Suci tentu berbeda dengan tradisi Lebaran di Indonesia yang biasanya identik dengan mudik, berkumpul bersama keluarga besar, dan menikmati berbagai hidangan khas.

Di Mekah dan Madinah, suasana hari raya lebih terasa dalam bentuk ibadah berjamaah, doa bersama, serta interaksi dengan jamaah dari berbagai negara.

Pada akhirnya, umrah saat hari raya menunjukkan bagaimana tradisi keagamaan dapat berkembang seiring perubahan zaman. Sebagian orang memilih pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga, sementara yang lain memilih mendekatkan diri kepada Tuhan di Tanah Suci.

Apa pun pilihannya, keduanya tetap berangkat dari semangat yang sama, yaitu merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Makkah Madinah umrah hariraya Idulfitri lebaran FENOMENA tren