Banner #ketikmudik

Berangkatkan “Balik Kerja” BPKH di Surabaya! Menteri Gus Irfan: Selamat, Saatnya Kembali ke Perantauan dengan Hati Bersih

24 Maret 2026 13:53 24 Mar 2026 13:53

Thumbnail Berangkatkan “Balik Kerja” BPKH di Surabaya! Menteri Gus Irfan: Selamat, Saatnya Kembali ke Perantauan dengan Hati Bersih

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan (kedua kanan) saat melepas peserta "Balik Kerja" gelaran BPKH tujuan Jabodetabek dari Halaman Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa, 24 Maret 2026. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Musim mudik Lebaran 2026 telah berakhir dan saat ini memasuki masa arus balik. Bahkan, hari ini diprediksi sebagai puncak arus balik mengingat pada Kamis, 25 Maret 2026 sudah tidak sedikit yang kembali memulai aktivitas kerjanya.

Menurut Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, mudik bukan hanya sekadar pulang ke kampung halaman atau tanah kelahiran, melainkan sebagai penguat ikatan keluarga.

“Karena di situ ada silaturahmi yang tujuannya untuk membersihkan hati dan saling memaafkan, baik antarsaudara, keluarga maupun kerabat. Intinya, seperti mengisi ulang atau charge hati kita,” ujarnya di sela melepas program “Balik Kerja” gelaran BPKH di Halaman Masjid Al Akbar Surabaya, Selasa, 24 Maret 2026.

“Saya kalau di Jakarta ada urusan yang tidak selesai-selesai dan pikiran buntu, juga pulang sejenak sehari ke Jombang. Di situ pikiran saya kembali tenang dan Alhamdulillah semangat kerja lagi,” tambahnya.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, juga berterima kasih kepada para pemudik karena sudah beberapa hari berada di kampung halaman untuk melepas rindu bersama keluarga.

Kepada masyarakat yang hendak kembali ke perantauan, ia menyarankan untuk semangat lagi dalam beraktivitas. Selain tanggung jawab sudah menanti, pekerjaan yang sebelumnya ditinggalkan telah kembali menunggu sehingga harus dikerjakan dengan tenang serta semangat baru.

Sementara itu, tentang program “Balik Kerja” 2026, Gus Irfan mengapresiasi dan berharap tidak berhenti digelar di tahun-tahun berikutnya. Bahkan, untuk rute perjalanan bisa diperluas ke sejumlah daerah di Jatim.

“Kalau tahun ini yang di Jatim dipusatkan di Surabaya maka tahun depan bisa dari Jombang, Mojokerto, Nganjuk atau Madiun dan lainnya,” kata dia.

Menteri Haji dan Umrah juga berterima kasih kepada masyarakat dan lembaga lain yang terlibat, serta mengucapkan selamat menempuh perjalanan ke perantauan dan selamat sampai tujuan.

Total sebanyak 675 orang mengikuti program yang diselenggarakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tersebut. Di Surabaya, sebanyak 15 bus diberangkatkan dari Halaman Masjid Nasional Al Akbar.

Dalam pelaksanaannya tahun ini, BPKH juga bermitra dengan Lembaga Amil Zakat Ummul Quro (LAZUQ). Sinergi ini ditujukan untuk melayani total 2.700 peserta dari 4 kota yang diangkut menggunakan 60 armada bus eksekutif  berkapasitas 45 kursi dengan pengaturan kursi 2-2.

Program ini, kata dia, merupakan bentuk nyata distribusi nilai manfaat dari Dana Abadi Umat (DAU) sehingga seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah.

Seluruh armada bus memiliki tujuan akhir di beberapa terminal utama di Jabodetabek, yakni Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Poris dan Baranangsiang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan BPKH haji umrah mudik Arus Balik balik kerja ketikmudik lebaran Idulfitri