Kehilangan Tiga Pilar, Sumsel United Gagal Curi Poin di Kandang Persiraja

5 April 2026 14:16 5 Apr 2026 14:16

Thumbnail Kehilangan Tiga Pilar, Sumsel United Gagal Curi Poin di Kandang Persiraja

Sumsel United harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh dengan skor 0-2 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion H. Dimurthala, Sabtu 4 April 2026. (Foto: Sumsel United Official)

KETIK, PALEMBANG – Sumsel United harus pulang dengan tangan hampa dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 pekan ke-23. Bertandang ke Stadion H. Dimurthala, Sabtu 4 April 2026 malam, Laskar Juaro takluk 0-2 dari tuan rumah Persiraja Banda Aceh.

Tim berjuluk Lantak Laju langsung mengejutkan lewat gol cepat Asgal Habib saat laga baru berjalan empat menit. Sumsel United yang mencoba bangkit justru semakin tertekan hingga akhirnya Fitra Ridwan menggandakan keunggulan tuan rumah di menit ke-76. Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. 

Posisi Sumsel United di klasemen sementara ikut tergusur. Dengan koleksi poin yang sama (37) Persiraja berhak naik ke peringkat tiga berkat keunggulan head to head dan produktivitas gol, sementara Laskar Juaro turun ke posisi empat.

Namun, di balik hasil buruk tersebut, ada faktor krusial yang menghantam kekuatan tim. 

Asisten Pelatih Sumsel United, Amirul Mukminin, mengungkapkan badai cedera menjadi titik balik melemahnya permainan timnya.

Dua pemain kunci, Diego Dall’Oca dan Nathan Fariel Kesuma, harus ditarik keluar lebih awal pada menit ke-21 setelah mengalami cedera di pertengahan babak pertama.

“Hilangnya dua pemain kunci di babak pertama sangat mempengaruhi ritme permainan dan kekuatan tim kami,” ujar Amirul usai pertandingan.

Situasi makin sulit ketika Lee Yu Jun juga mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan pada menit ke-56. Pergantian pemain yang dipaksakan membuat keseimbangan tim goyah.

“Pemain yang cedera tidak mungkin dipaksakan. Itu demi kebaikan pemain dan tim,” tambahnya.

Selain faktor cedera, Amirul juga menyoroti kesalahan individu yang terjadi di lini belakang. Ia menilai kurangnya fokus saat menghadapi tekanan lawan menjadi celah yang dimanfaatkan Persiraja.

“Memang ada personal error di pertahanan kami yang membuat pemain kehilangan fokus saat diserang. Ini akan menjadi evaluasi besar sebelum laga berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, gelandang bertahan Sumsel United, Hafit Ibrahim, mewakili tim menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan atas hasil mengecewakan tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan hasil ini. Tapi perjuangan belum selesai. Masih ada empat pertandingan tersisa dan kami akan memaksimalkan, terutama laga kandang,” ujarnya.

Dengan kompetisi yang semakin ketat di papan atas, Sumsel United kini dituntut segera bangkit. Sisa pertandingan akan menjadi penentu, apakah Laskar Juaro mampu kembali merebut posisi strategis atau justru semakin tertinggal dalam perburuan papan atas. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Sumsel United kota palembang pegadaian championship Liga 2