Jembatan Penghubung Banggle–Sawentar Ambrol, PUPR Blitar Gerak Cepat Siapkan Penanganan Darurat

23 Januari 2026 10:10 23 Jan 2026 10:10

Thumbnail Jembatan Penghubung Banggle–Sawentar Ambrol, PUPR Blitar Gerak Cepat Siapkan Penanganan Darurat

Dinas PUPR Kabupaten Blitar saat melakukan pemasangan rambu darurat terkait putusnya jembatan penghubung jalan Bangle-Sawentar, Kamis 22 Januari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Ambrolnya jembatan penghubung antara Desa Banggle dan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, langsung direspons cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar.

Tak menunggu lama, jajaran teknis langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi serta menyiapkan langkah penanganan darurat.

Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga tersebut dilaporkan ambrol pada Kamis 22 Januari 2026. Kerusakan parah terjadi di bagian tengah bangunan, membuat jalur penghubung antar desa itu tak lagi bisa dilintasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal Arifin, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hamdan Zulfikri Kurniawan, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terpantau sejak beberapa minggu sebelumnya.

“Retakan terjadi pada bangunan bawah atau abutmen jembatan. Kondisi itu membuat struktur tidak lagi stabil,” kata Hamdan saat ditemui di lokasi kejadian.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengaku telah memasang rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan. Namun upaya tersebut kerap terkendala karena rambu sering hilang atau rusak.

“Kami sudah pasang rambu beberapa hari sebelumnya, tapi di lapangan sering tidak bertahan lama,” ujarnya.

Hamdan menjelaskan, perbaikan jembatan sejatinya telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Namun, penurunan kondisi struktur yang terjadi lebih cepat membuat jembatan tidak lagi mampu menahan beban dan akhirnya ambrol.

“Hari ini kondisinya ambrol total di bagian tengah. Begitu ada laporan, kami langsung bergerak melakukan pengecekan,” imbuhnya.

Sebagai respons cepat, Dinas PUPR memastikan penanganan darurat segera dilakukan melalui Unit Reaksi Cepat (URC). Alat berat dijadwalkan akan diturunkan ke lokasi untuk membongkar sisa bangunan jembatan lama yang rusak.

“Insyaallah besok alat berat sudah kami datangkan untuk pembongkaran. Setelah itu, kemungkinan lusa pekerjaan penanganan darurat bisa mulai dilaksanakan,” jelas Hamdan.

Ambrolnya jembatan tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan ekonomi dan sosial antar desa.

Untuk itu, Dinas PUPR mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi area jembatan demi menghindari risiko kecelakaan.

Dengan langkah penanganan darurat yang disiapkan, Dinas PUPR Kabupaten Blitar berharap akses warga dapat segera dipulihkan sebagai solusi sementara, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen sesuai perencanaan anggaran mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

jembatan Bangle Sawentar PUPR Blitar Kabupaten Blitar