Nurkholis Dilantik Gubernur Khofifah sebagai Kepala DLH Jatim Definitif

12 Maret 2026 14:51 12 Mar 2026 14:51

Thumbnail Nurkholis Dilantik Gubernur Khofifah sebagai Kepala DLH Jatim Definitif

Nurkholis dilantik oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Kepala DLH Jatim pada Jumat, 30 Januari 2026. (Foto: Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Dedikasi panjang Nurkholis di sektor lingkungan hidup Jawa Timur mencapai babak baru. Setelah sekian lama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), ia resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim definitif oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat 30 Januari 2026. 

Pelantikan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kapasitas Nurkholis dalam mengelola isu-isu lingkungan yang semakin kompleks di Jawa Timur. Sebelum dipercaya memimpin DLH secara penuh, Nurkholis telah lama menjalani peran sebagai Plt menggantikan Jempin Marbun yang memasuki masa purna tugas. 

Masa transisi tersebut menjadi momentum penting baginya untuk memahami dinamika lapangan, membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta merancang strategi penanganan masalah lingkungan yang lebih terukur. Kini, dengan status definitif, ia memiliki legitimasi penuh untuk mengeksekusi program-program strategis yang sebelumnya masih dalam tahap perencanaan.

Pengangkatan Nurkholis didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Nomor 800.1.3.3/362/204/2026 tertanggal 29 Januari 2026 tentang pengangkatan dalam jabatan tinggi pratama. Prosesi pelantikan yang dihadiri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta jajaran pejabat tinggi daerah ini menandakan keseriusan Pemprov Jatim dalam menempatkan figur kompeten di sektor lingkungan hidup. 

Di tengah tantangan perubahan iklim, krisis sampah, dan tekanan pembangunan industri, kehadiran pemimpin yang memahami aspek teknis sekaligus kebijakan menjadi kunci utama. Sebagai kepala dinas yang kini telah definitif, Nurkholis diproyeksikan akan melanjutkan sekaligus memperkuat sejumlah program unggulan DLH Jatim. 

Fokus prioritasnya diperkirakan meliputi percepatan penanganan sampah regional, pengendalian pencemaran air dan udara, serta penguatan sistem pemantauan lingkungan berbasis teknologi digital. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas industri dan populasi terbesar di Indonesia, membutuhkan pendekatan manajemen lingkungan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.

Nurkholis juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Isu-isu strategis seperti transisi energi, ekonomi sirkular, dan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir menuntut koordinasi lintas sektor yang solid. 

Berbekal pengalaman lapangan, Nurkholis dinilai memiliki modal sosial dan kapasitas manajerial untuk menjembatani berbagai kepentingan tersebut. Pelantikan ini juga membawa pesan simbolis penting bagi birokrasi Jatim bahwa kompetensi, konsistensi, dan integritas dalam mengemban amanah akan dihargai secara institusional. 

Bagi aparatur sipil negara di lingkungan DLH Jatim, momen ini dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik. Sementara bagi publik, kehadiran pemimpin definitif memberikan kepastian dalam mekanisme pengawasan dan pengaduan terkait masalah lingkungan.

Tantangan terbesar Nurkholis ke depan bukan hanya pada penyusunan regulasi atau pelaksanaan program, tetapi juga pada kemampuan membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. 

Dengan dukungan penuh dari Gubernur Khofifah dan jajaran pemerintah daerah, langkah Nurkholis memimpin DLH Jatim diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan ekosistem Jawa Timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemilihan kepala DLH DLH Jatim Kepala DLH Nurkholis Gubernur Khofifah Pelantikan DLH Khofifah