Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Bahaya Modus Penipuan File APK

16 Maret 2026 16:35 16 Mar 2026 16:35

Thumbnail Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Bahaya Modus Penipuan File APK

BRI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital melalui file .APK yang kerap dikirim melalui pesan WhatsApp menjelang periode libur Lebaran, Senin 16 Maret 2026. (Foto: Bank Rakyat Indonesia)

KETIK, PALEMBANG – Menjelang periode libur Lebaran, aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat diprediksi meningkat signifikan.

Di tengah momentum tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya penipuan melalui file berformat .APK yang dikirim melalui pesan instan seperti WhatsApp.

Modus ini biasanya diawali dengan pesan dari nomor tidak dikenal yang mengaku berasal dari instansi resmi. Pelaku kerap menggunakan narasi yang meyakinkan dengan melampirkan file undangan digital, surat perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen yang dikemas seolah-olah sebagai informasi penting.

Padahal, file dengan format .APK tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi program berbahaya atau malware yang dirancang untuk mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, bahkan mengambil alih kendali ponsel tanpa sepengetahuan pengguna.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital, sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

BRI pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan maupun mengunduh file dari sumber yang tidak tepercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan mencurigakan kepada orang lain sebelum memastikan kebenarannya.

Beberapa ciri pesan yang patut diwaspadai antara lain menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data pribadi, hingga menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meski mengatasnamakan bank atau instansi penting.

Sebagai langkah perlindungan tambahan, BRI juga menyarankan nasabah untuk mengaktifkan fitur keamanan seperti Two-Factor Authentication (2FA) pada layanan digital yang digunakan.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh file .APK yang mencurigakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mematikan koneksi internet baik data seluler maupun Wi-Fi, lalu menghapus aplikasi tersebut dari perangkat.

Selanjutnya, nasabah dianjurkan untuk mengganti username, PIN, serta password akun BRImo dan email yang terhubung. Reset setelan pabrik pada perangkat juga dapat dilakukan untuk memastikan ponsel benar-benar bersih dari potensi kendali pihak tidak bertanggung jawab.

Selain itu, nomor pengirim pesan mencurigakan perlu segera diblokir. Jika ditemukan aktivitas yang tidak wajar pada rekening atau layanan perbankan, nasabah diminta segera menghubungi Contact BRI di 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal.

Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Bank Rakyat Indonesia modus penipuan APK File Kuras Rekening