Tol Fungsional Jogja–Solo Segmen Purwomartani–Prambanan Dibuka, Ribuan Pemudik Mulai Melintas

16 Maret 2026 18:05 16 Mar 2026 18:05

Thumbnail Tol Fungsional Jogja–Solo Segmen Purwomartani–Prambanan Dibuka, Ribuan Pemudik Mulai Melintas

Ribuan pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah mulai memadati ruas tol fungsional Jogja–Solo segmen Purwomartani–Prambanan yang resmi dibuka mulai Senin pagi, 16 Maret 2026.(Foto: Istimewa)

KETIK, SLEMAN – Ribuan pemudik yang menuju wilayah Jawa Tengah mulai memadati ruas tol fungsional Jogja–Solo segmen Purwomartani–Prambanan yang resmi dibuka mulai Senin pagi, 16 Maret 2026.

Pembukaan jalur sepanjang 12 kilometer ini menjadi tumpuan utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Yogyakarta yang biasanya mengalami lonjakan kendaraan secara drastis selama musim mudik Lebaran Idulfitri 1447 H.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudi Ardiansyah, menjelaskan bahwa pengoperasian ruas ini masih bersifat terbatas dan fungsional. Jalur hanya dibuka satu arah mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Mengingat pembangunan fisik yang belum sepenuhnya rampung 100 persen, pengelola menerapkan aturan ketat terkait jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas.

Hanya kendaraan golongan I nonbus, seperti mobil pribadi dan kendaraan kecil, yang diizinkan masuk ke jalur ini. Demi alasan keselamatan, kecepatan maksimal kendaraan pun dibatasi hingga 40 kilometer per jam.

Meski fasilitas penerangan jalan diakui masih minim, kehadiran tol ini diklaim mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan. Jika melalui jalur arteri normal perjalanan bisa memakan waktu hingga 40 menit, melalui tol fungsional ini pengendara hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit.

Guna menghindari penumpukan di pintu masuk, PT JMJ menyiagakan tiga gardu tol yang didukung oleh enam unit mobile reader. Perangkat portabel ini akan dioperasikan secara fleksibel oleh petugas di lapangan jika antrean kendaraan mulai mengekor hingga ke jalan arteri.

Walaupun selama masa uji coba ini kendaraan yang melintas tidak dikenakan tarif atau gratis, pengguna tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik karena sistem telah terintegrasi dengan jaringan tertutup Trans Jawa.

Manajemen memprediksi lonjakan trafik akan mencapai puncaknya pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan volume sekitar 17.000 kendaraan. Sementara itu, arus balik diprediksi akan jauh lebih padat pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan 24.000 kendaraan yang akan mengalir kembali menuju arah Yogyakarta. Pola perjalanan pemudik biasanya mulai meningkat pada sore hari menjelang waktu berbuka atau sesudah sahur.

Di sisi lain, jajaran Ditlantas Polda DIY melakukan rekayasa di jalur arteri untuk mendukung kelancaran akses keluar-masuk tol. Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, mengungkapkan bahwa pihaknya menutup 9 dari 12 titik putar balik (U-turn) di sepanjang jalur Solo yang berdekatan dengan gerbang tol. Penutupan ini bersifat situasional guna menjaga kelancaran arus utama di jalan nasional.

Polisi juga telah menyiapkan skenario pengalihan arus jika terjadi kemacetan di Gerbang Tol Purwomartani. Mengingat jarak antara pintu tol dengan jalan arteri hanya berkisar 350 meter, petugas akan segera mengalihkan arus kendaraan menuju Prambanan jika antrean mulai menyentuh jalan raya.

Pengamanan ini diperkuat dengan sekitar 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait yang tersebar di berbagai pos terpadu di wilayah Sleman.(*)


Tombol Google News

Tags:

Tol Jogja-Solo Mudik Lebaran 2026 Tol fungsional Purwomartani Prambanan jasa marga Rekayasa Lalu Lintas info mudik Sleman Yogyakarta