KETIK, BATU – Permintaan keju mozzarella merek Chizzu produksi Koperasi Margo Makmur Mandiri di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, meningkat signifikan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Lonjakan pesanan bahkan mencapai sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa, dengan pasar yang meluas hingga berbagai kota di Jawa dan Bali.
Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Munir, mengatakan peningkatan permintaan tersebut juga berdampak pada intensitas distribusi produk.
Jika pada kondisi normal pengiriman dilakukan dua kali dalam sepekan, selama Ramadan frekuensi pengiriman ditingkatkan menjadi tiga kali untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Biasanya pengiriman hanya dua kali dalam seminggu. Namun karena permintaan meningkat, kami menambah frekuensi distribusi hingga tiga kali seminggu ke Bali serta sejumlah kota di Jawa seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta,” ujar Munir, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tingginya permintaan keju mozzarella tidak lepas dari meningkatnya aktivitas usaha kuliner selama Ramadan. Produk keju banyak dimanfaatkan sebagai bahan olahan berbagai menu, mulai dari roti hingga hidangan untuk berbuka puasa bersama.
“Alhamdulillah selama Ramadan serapan pasar sangat tinggi. Kondisi ini tentu memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha kami,” katanya.
Munir menambahkan, perluasan pasar produk Chizzu juga didukung oleh berbagai upaya promosi. Salah satunya melalui partisipasi dalam misi dagang yang difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Batu ke Bali.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah. Dengan pasar yang semakin luas, kami optimistis permintaan akan tetap stabil bahkan meningkat hingga menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.
Ke depan, Koperasi Margo Makmur Mandiri juga berencana mengembangkan lini produk baru berupa susu pasteurisasi. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi produksi susu segar dari para peternak lokal di kawasan Brau.
“Kami ingin terus berinovasi dengan memanfaatkan ketersediaan susu segar yang melimpah dari peternak di Brau. Harapannya, produk kami bisa menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Pengelola Keju Chizzu Koperasi Margo Makmur Mandiri, Dapin Mahendra, menjelaskan bahwa proses produksi mozzarella dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat guna menjaga kualitas produk.
“Tidak semua orang bisa masuk ke area produksi. Hanya pekerja tertentu yang diperbolehkan, sehingga kualitas dan sterilitas produk tetap terjaga,” jelasnya.
Dalam proses pembuatannya, susu segar dari peternak setempat terlebih dahulu dipanaskan hingga suhu sekitar 30 derajat Celsius menggunakan mesin cheese vat.
Setelah itu ditambahkan bahan pengasam organik untuk menurunkan tingkat keasaman atau pH, sehingga menghasilkan tekstur keju yang lembut dengan cita rasa gurih.
“Keunggulan keju kami terletak pada rasanya yang lebih gurih dan segar karena menggunakan susu segar yang langsung diolah. Hal inilah yang membuat produk kami banyak diminati, terutama oleh konsumen di kota-kota besar,” pungkasnya. (*)
