KETIK, SURABAYA – Memasuki pertengahan Ramadan, peminat hampers Lebaran mulai mengalami peningkatan. Banyak masyarakat mulai menyiapkan parcel untuk dikirim kepada keluarga, kerabat, hingga rekan kerja sebagai bentuk silaturahmi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Peningkatan minat terhadap hampers biasanya mulai terlihat setelah minggu pertama Ramadan. Pada awal bulan puasa, sebagian orang masih fokus menjalankan ibadah serta menyesuaikan aktivitas harian. Namun memasuki minggu kedua, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Lebaran, termasuk memilih hampers yang akan diberikan kepada orang terdekat.
Hampers Lebaran sendiri dikenal sebagai paket hadiah yang berisi berbagai makanan maupun kebutuhan sehari-hari. Tradisi memberikan parcel ini sudah cukup lama dilakukan dan menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.
Isi hampers yang paling banyak dicari masih didominasi oleh kue kering khas Lebaran. Nastar, kastengel, dan putri salju menjadi pilihan favorit karena sudah identik dengan suasana hari raya. Selain itu, beberapa paket juga dilengkapi dengan coklat, biskuit, wafer, hingga aneka camilan yang dikemas dalam kotak atau keranjang yang menarik.
Selain kue kering, hampers berisi sembako juga mulai banyak diminati. Paket yang berisi beras, minyak goreng, gula, sirup, serta bahan kebutuhan dapur lainnya dianggap lebih bermanfaat. Hampers jenis ini biasanya dipilih untuk diberikan kepada keluarga atau kerabat dekat.
Tidak hanya isi paket yang beragam, kemasan hampers juga semakin bervariasi. Banyak parcel dikemas dengan kotak dekoratif, keranjang rotan, hingga tas khusus yang membuat tampilannya terlihat lebih menarik.
Menjelang Lebaran, permintaan hampers biasanya terus meningkat. Hal ini seiring dengan tradisi saling berbagi parcel yang sudah menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri di masyarakat.(*)
