Pakai Minyak Wangi Saat Puasa, Apakah Mengurangi Kesempurnaan Ibadah?

10 Maret 2026 04:17 10 Mar 2026 04:17

Thumbnail Pakai Minyak Wangi Saat Puasa, Apakah Mengurangi Kesempurnaan Ibadah?

Ilustrasi gambar orang yang sedang memakai parfum. (Foto: Fariha Al Jihan/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Puasa mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga hidup lebih sederhana dan menahan berbagai kesenangan. Selama bulan Ramadan, menggunakan minyak wangi saat berpuasa masih diperdebatkan dikalangan umat Islam.

Beberapa hal yang berkaitan dengan kenyamanan diri sering dipertanyakan hukumnya, termasuk penggunaan minyak wangi. Sebagian orang masih ragu dengan hukum memakai wangi-wangian saat berpuasa.

Dalam kajian yang disampaikan oleh Buya Yahya dalam akun Instagramnya pada 25 Februari 2026, ia menjelaskan minyak wangi disebut sebagai taroffuh, yaitu bentuk bersenang-senang yang dinilai bertentangan dengan sifat tawadhu, menahan lapar, dan kesederhanaan ketika berpuasa.

Karena itu, sebagian ulama dengan pemahaman mereka berpendapat bahwa menggunakan minyak wangi saat berpuasa hukumnya makruh. Pendapat ini merupakan pandangan mayoritas ulama.

Namun, terdapat pula kelompok ulama lain yang berbeda pendapat. Mereka menyatakan bahwa anjuran menggunakan minyak wangi sangat kuat, karena ada beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi mencontohkannya.

Berdasarkan pandangan ini, kesunahan memakai minyak wangi tidak dapat dikalahkan, sehingga menggunakan minyak wangi tetap dianggap disunahkan, meskipun pendapat tersebut bukan pandangan mayoritas ulama.

Karena itu, seseorang dapat melihat kondisi dan situasi yang dihadapi. Jika berada dalam keadaan bersih dan tidak membutuhkan minyak wangi, maka lebih baik tidak memakainya agar bisa mengikuti pendapat yang memakruhkan.

Namun, jika terdapat aroma yang mengganggu dan tidak dapat diatasi kecuali dengan minyak wangi, maka menggunakan minyak wangi diperbolehkan dengan mengikuti pendapat ulama yang membolehkannya.

Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan beragam pandangan ulama dalam memahami hukum-hukum ibadah. Umat Islam dapat menyesuaikan praktiknya dengan kondisi yang dihadapi, tanpa melupakan adab dan tujuan utama puasa, yaitu melatih diri menahan hawa nafsu serta meningkatkan ketakwaan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Parfum Wangi sunnah #makruh batal Ramadan Hawa Nafsu