KETIK, SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian dan dipelajari para pakar internasional, termasuk dari Gedung Putih Amerika Serikat, karena dinilai sebagai investasi sosial dan ekonomi yang strategis.
Hal tersebut disampaikan dalam taklimat lanjutan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026 .
Menurut Presiden, MBG merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi, sekaligus mengubah aliran ekonomi agar lebih banyak berputar di desa.
“Kita harus mengubah aliran uang dari desa ke kota dan ke luar negeri. Kita harus hentikan antara lain dengan MBG,” ujar Prabowo.
Dalam satu tahun pelaksanaan, MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat, melampaui berbagai prediksi pesimistis. Tingkat kejadian keracunan dinilai sangat rendah, dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen.
Keberhasilan ini menarik perhatian lembaga internasional. Prabowo menyebut, para ahli dari Gedung Putih tengah mempelajari program MBG, sementara Rockefeller Institute menilai MBG sebagai salah satu investasi terbaik yang dapat dilakukan negara, dengan pengembalian minimal lima kali lipat dari setiap rupiah yang dikeluarkan.
Dari sisi ekonomi, hingga kini telah beroperasi 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 13.829 dapur lainnya dalam proses pengajuan. Setiap dapur melibatkan pemasok bahan pangan lokal dan menyerap tenaga kerja di tingkat desa.
Jika target 82 juta penerima manfaat tercapai pada Desember 2026, MBG berpotensi menciptakan 3–5 juta lapangan kerja. Saat ini, program tersebut telah membuka sekitar satu juta lapangan pekerjaan. (*)
