Lonjakan Pengakuan Warga NU Capai 56,9 Persen, Gus Yahya Ingatkan Risiko Identitas Larut

2 Februari 2026 17:48 2 Feb 2026 17:48

Thumbnail Lonjakan Pengakuan Warga NU Capai 56,9 Persen, Gus Yahya Ingatkan Risiko Identitas Larut

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam saat memberikan cindera mata kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf di Graha NU Bondowoso. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Fenomena melonjaknya warga yang mengidentifikasi diri sebagai Nahdlatul Ulama (NU) menjadi sorotan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, saat menghadiri silaturahmi akbar dan doa bersama Harlah NU di Bondowoso, Minggu malam, 1 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Graha NU, Kecamatan Bondowoso, itu dihadiri ratusan pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai ranting hingga badan otonom. Gus Yahya hadir bersama Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni.

Dalam pidatonya, Gus Yahya mengulas data survei yang menunjukkan peningkatan tajam jumlah masyarakat Indonesia yang mengaku sebagai warga NU.

Ia menyebut, pada 2005 angka tersebut berada di kisaran 27 persen, jauh di atas capaian suara NU pada Pemilu 1955 yang hanya sekitar 18 persen.

Tren itu terus menanjak. Pada 2023, hasil survei mencatat 56,9 persen warga Indonesia menyatakan diri sebagai bagian dari NU.

“Ini angka yang besar sekali. Saya jadi bertanya, mereka yang mengaku NU itu datang dari mana, dan sejauh mana mereka memahami NU,” ujar Gus Yahya.

Menurutnya, pertumbuhan klaim ke-NU-an yang tidak diiringi konsolidasi organisasi berpotensi mengaburkan identitas dan nilai-nilai dasar NU di tengah masyarakat.

Karena itu, PBNU saat ini tengah memperkuat fondasi organisasi dengan menyusun aturan, prosedur, dan mekanisme kerja yang lebih rinci dan terukur.

Langkah tersebut dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan kader secara berkelanjutan. “Kader NU harus paham betul apa itu NU, bukan sekadar mengaku,” tegasnya.

PBNU juga mendorong transformasi digital organisasi dengan meluncurkan platform Digdaya, yang dirancang untuk menunjang tata kelola dan manajemen NU di era digital.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan warga NU, khususnya dalam momentum satu abad NU.

Ia berharap soliditas jamaah berbanding lurus dengan manfaat NU bagi umat dan bangsa. “Kalau jamaah solid, manfaat NU juga akan semakin terasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk memperbanyak doa, bertepatan dengan malam Nisfu Syakban.

Ia menyebut tiga doa utama yang dipanjatkan, yakni diberi umur panjang dalam ketaatan, dijauhkan dari musibah, serta dianugerahi kekayaan hati dan husnul khatimah.

“Indonesia ini sering kali digoyang dari NU sebagai fondasinya. Maka, mari kita doakan NU agar selalu diberi kekuatan oleh Allah Swt,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf Wakil Ketua Umum Amin Said Husni Silaturahmi Akbar dan Doa Bersama PBNU Harlah NU