Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Gelar Simulasi Tanggap Darurat

30 Januari 2026 14:37 30 Jan 2026 14:37

Thumbnail Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Petugas KAI Daop 8 Surabaya mengevakuasi penumpang dari rangkaian kereta saat pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat di Stasiun Surabaya Pasarturi, Jumat, 30 Januari 2026. (Foto: Humas PT KAI Daop 8 Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan jumlah pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menggelar Simulasi Tanggap Darurat sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat operasional perkeretaapian.

Kegiatan simulasi dilaksanakan di Stasiun Surabaya Pasarturi dan diikuti oleh jajaran petugas operasional KAI Daop 8 Surabaya, Jumat, 30 Januari 2026.

Simulasi diawali dengan apel kesiapan, pemberian safety induction, serta penyampaian arahan teknis pelaksanaan guna memastikan seluruh peserta memahami prosedur dan peran masing-masing selama kegiatan berlangsung.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat tinggi.

“Simulasi tanggap darurat ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh petugas siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat. Keselamatan merupakan prioritas utama KAI, terlebih pada masa Angkutan Lebaran dengan lonjakan volume perjalanan pelanggan,” ujar Mahendro.

Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 8 Surabaya menguji empat skenario utama, yakni penanganan anjlokan kereta, kebakaran sarana, evakuasi penumpang dan pegawai, serta normalisasi jalur pascakejadian. Setiap skenario dirancang untuk mengukur kecepatan respons petugas, efektivitas komunikasi antarfungsi, serta kejelasan alur komando dan pembagian tugas di lapangan.

Mahendro menambahkan simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan secara berkala menjadi sarana evaluasi penting untuk meningkatkan kesiapan sekaligus menyempurnakan prosedur kedaruratan yang dimiliki KAI.

“Melalui simulasi ini, kami dapat mengidentifikasi potensi kendala di lapangan sekaligus melakukan perbaikan terhadap prosedur penanganan keadaan darurat. Dengan demikian, KAI Daop 8 Surabaya dapat memastikan layanan kereta api tetap aman, andal, dan nyaman bagi seluruh pelanggan, terutama pada periode Angkutan Lebaran,” jelasnya.

KAI Daop 8 Surabaya terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta memastikan seluruh aspek operasional siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

kereta lebaran KAI surabaya