KETIK, SURABAYA – Pejabat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu mengumumkan mundur. Kabar ini mendapatkan tanggapan dari pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono.
Ia memberikan apresiasi terhadap para pejabat di BEI dan OJK yang memutuskan mundur. Menurutnya sikap itu menunjukkan integritas terhadap profesi yang sedang diemban.
"Ternyata Indonesia itu masih ada pejabat yang berintegritas bagi saya. Karena ketika merasa melakukan kesalahan, entah itu salah atau ada penilaian lain, beliau mundur. Ini baguslah," katanya saat ditemui media termasuk Ketik.com, Minggu 1 Februari 2026.
Kendati demikian, keputusan tersebut mundur sejumlah pejabat tersebut menurutnya membuat publik heran. Hal ini dikarenakan semuanya berlangsung cepat.
"Dua hari bursa (efek) kacau, ini mundur. Oke, kalau bicara pasar saham banyak faktor. Tapi kalaupun beliau mundur ya oke, enggak apa-apa," lanjutnya.
Selain itu menurutnya apakah dengan para pejabat dari dua lembaga tersebut mundur, lantas menyelesaikan masalah? Menurutnya tidak juga berpengaruh.
"Ketika beliau ini mundur serta-merta pasar ini akan kembali terkerek atau rebound? Kalau betul-betul bisa rebound, berarti mundurnya pimpinan BEI ini memang membawa dampak positif," jelasnya.
Sebagaimana diketahui petinggi BEI hingga OJK ramai-ramai mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026 lalu. Pengunduran diri ini sebagai tanggung jawab buntut volalitas pasar modal dalam dua hari terakhir.
Kabar mundur pertama kali disampaikan Direktur Utama BEI Iman Rachman pada Jumat pagi saat pasar modal kembali pulih.
Dari OJK, empat petingginya juga mundur, mereka adalah Ketua Dewan OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK IB Aditya Jayaantara.(*)
