KETIK, MALANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan hampers atau parsel Lebaran biasanya meningkat. Momen ini juga dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai peluang usaha.
Salah satu yang memanfaatkan momen menjelang Lebaran ini adalah Imroatul Hasanah, warga Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, yang menjalankan usaha hampers rumahan.
Imroatul mengaku usaha tersebut bermula dari keinginannya mengisi waktu luang di rumah. Ia bekerja di sebuah pabrik rokok dengan sistem shift sehingga memiliki waktu senggang yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat buket dan hampers.
“Saya ingin mengisi waktu luang saat di rumah agar tidak hanya tidur atau rebahan karena saya kerja di pabrik rokok dengan sistem shift,” ujarnya.
Kesempatan memulai usaha datang ketika seorang tetangga memintanya membuat buket untuk ulang tahun anaknya. Dari pesanan sederhana itu, ia mulai mencoba merangkai buket dan ternyata mendapat respons positif dari pelanggan.
“Awalnya ada tetangga yang minta dibuatkan buket ulang tahun. Setelah itu mulai banyak pesanan masuk. Akhirnya saya mencoba membuat hampers bayi dan juga parsel Lebaran,” jelasnya.
Usaha hampers tersebut kini telah berjalan sekitar dua tahun dan terus berkembang. Pemesanan pun dilakukan secara sederhana, yakni melalui aplikasi WhatsApp.
“Harga hampers mulai dari Rp20 ribu saja, dan biasanya pelanggan pesan lewat WhatsApp,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku ada tantangan dalam menjalankan usaha tersebut, terutama kenaikan harga bahan-bahan menjelang Lebaran. Namun, ia tetap bersyukur karena pesanan hampers masih terus berdatangan setiap tahun. (*)
