Tingkatkan Nilai Ekonomi Produk, Siswa Double Track SMAN 1 Muncar Bikin Hampers Ramadan

27 Februari 2026 10:47 27 Feb 2026 10:47

Thumbnail Tingkatkan Nilai Ekonomi Produk, Siswa Double Track SMAN 1 Muncar Bikin Hampers Ramadan

Seorang siswi SMAN 1 Muncar yang menunjukkan produk hampers di Festival Ramadan, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Agus Suyatno, S.Kom Fasilisator DT SMAN 1 Muncar)

KETIK, BANYUWANGI – Kreativitas Siswa Program Double Track (DT) SMAN 1 Muncar dalam bidang kewirausahaan patut diacungi jempol. Mereka meningkat nilai ekonomi produk melalui proyek pembuatan hampers (paket hantaran) edisi khusus Festival Ramadan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut, para siswa ditantang untuk meracik hampers eksklusif dengan modal produksi hanya sebesar Rp 50 ribu. Namun tetap memiliki nilai jual tinggi di angka Rp 70 ribu. Produk ini pun langsung menarik perhatian masyarakat luas karena tampilannya yang estetis meski dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. 

Ini membuktikan, keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk menciptakan inovasi yang kompetitif di pasar.

Mampu Baca Peluang

Kepala SMAN 1 Muncar, Rina Kartika, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas serta inisiatif para siswanya yang mampu membaca peluang pasar di tengah meningkatnya kebutuhan hantaran menjelang hari raya. 

Ia menyatakan, program ini bukan sekadar tugas sekolah biasa, melainkan simulasi nyata dunia kerja bagi para siswa untuk memahami dinamika ekonomi secara langsung. Melalui pengawasan yang ketat namun suportif, pihak sekolah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang produktif bagi para siswa yang mengambil peminatan keterampilan di luar jam pelajaran inti.

Foto Kepala SMAN 1 Muncar, Rina Kartika,  mengapresiasi  kreativitas dan inisiatif para siswa. (Kolase: Ketik.com)Kepala SMAN 1 Muncar, Rina Kartika mengapresiasi kreativitas dan inisiatif siswa. (Kolase: Ketik.com)

"Kami ingin menanamkan jiwa kewirausahaan yang tangguh kepada anak-anak, di mana mereka tidak hanya belajar teori di kelas tetapi langsung praktik mengelola modal kecil menjadi keuntungan yang nyata tanpa mengurangi kualitas produk," ujar Rina Kartika saat meninjau proses produksi di bengkel kerja sekolah, Ksmis, 26 Februari 2026.

Wanita berambut sebahu itu menegaskan, program ini adalah simulasi nyata agar lulusan memiliki bekal keterampilan mumpuni di dunia kerja. Menurutnya, kemampuan untuk mengatur keuangan dan merancang strategi pemasaran sejak dini akan menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi masa depan mereka kelak.

Fepti Arum Sari, trainer Program Double Track di SMAN 1 Muncar menambahkan, fokus utama pelatihan kali ini terletak pada teknik pengemasan dan pemilihan isi produk yang efisien. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas namun ekonomis hingga teknik dekorasi yang mampu meningkatkan nilai persepsi barang.

Bersaing Produk Pabrikan

Para trainer secara intensif memberikan bimbingan mengenai bagaimana produk lokal dapat dikemas dengan sentuhan modern agar mampu bersaing dengan produk-produk pabrikan yang sudah mapan di supermarket.

"Kunci dari proyek ini adalah bagaimana siswa bisa menekan biaya produksi tanpa membuat barang terlihat murahan, sehingga penggunaan material seperti besek bambu dan pita dekoratif menjadi solusi estetika yang sangat hemat biaya," ungkap sang trainer. 

Foto Trainer membimbing siswa memproduksi Hampers Ramadan. (Foto: Agus Suyatno, S.Kom Fasilisitator DT SMAN 1 Muncar)Trainer membimbing siswa memproduksi Hampers Ramadan. (Foto: Agus Suyatno, S.Kom Fasilisitator DT SMAN 1 Muncar)

Strategi ini terbukti sangat efektif karena para siswa berhasil menciptakan margin keuntungan yang sehat tanpa mengorbankan kualitas isi hampers itu sendiri. Trainer tersebut juga mengatakan, proses kurasi produk dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan setiap unit hampers yang keluar dari tangan siswa memenuhi standar kelayakan konsumsi dan estetika yang tinggi.

Antusiasme juga terpancar dari para peserta didik yang terlibat langsung dalam proses produksi hingga pemasaran di lapangan. Para siswa tampak sibuk menata isian hampers, mengikat pita, hingga menuliskan kartu ucapan kustom untuk para calon pembeli. Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mereka mengenai sulitnya mengelola sebuah bisnis kecil namun tetap harus profesional dalam setiap aspeknya, termasuk dalam hal manajemen waktu dan ketelitian dalam proses pengemasan.

Salah satu siswa peserta Program Double Track yang terlibat aktif adalah Putri. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga tentang cara menghitung harga pokok penjualan secara mendetail hingga teknik negosiasi dengan pemasok bahan baku di pasar lokal.

 "Tantangan terbesarnya adalah memastikan paket seharga Rp 70 ribu ini tetap terlihat mewah di mata pelanggan, tapi berkat arahan pelatih, kami belajar bahwa sentuhan kreativitas pada detail kecil sangat menentukan nilai jual," kata Putri penuh semangat. 

Ia juga mengakui proyek ini membangkitkan rasa percaya dirinya untuk mulai merintis usaha kecil secara mandiri di rumah.

Program DT Berkelanjutan

Fepti Arum Sari kembali menhelaskan, Festival Ramadan kali ini menjadi panggung pembuktian bagi SMAN 1 Muncar bahwa kreativitas siswa tidak terhalang oleh keterbatasan dana. 

Foto Para siswa bersemangat membuat Hampers Ramadan. (Foto: Agus Suyatno, S.Kom Fasilitator DT SMAN 1 Muncar)Para siswa bersemangat membuat Hampers Ramadan. (Foto: Agus Suyatno, S.Kom Fasilitator DT SMAN 1 Muncar)

"Kehadiran stand Double Track di festival tersebut tidak hanya menjadi ajang berjualan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai potensi besar yang dimiliki oleh siswa SMA jika diberikan ruang untuk berkarya," ujarnya.

Melalui produk hampers ekonomis ini, lanjutnya, para siswa tidak hanya belajar tentang teori ekonomi makro maupun mikro, tetapi mempraktikkan membangun sebuah brand dan melayani pelanggan secara profesional. 

"Mereka belajar menghadapi berbagai karakter pembeli, menangani komplain, hingga mengelola arus kas dari setiap unit yang terjual," katanya.

Ke depan, kata Fepti Arum Sari, hasil penjualan dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi modal tambahan bagi pengembangan unit usaha mandiri milik siswa. Harapannya, kegiatan di bawah Program Double Track tetap berkelanjutan.

Program Double Track di SMAN 1 Muncar merupakan upaya strategis untuk menekan angka pengangguran dengan memberikan keterampilan vokasional kepada siswa yang mungkin tidak berencana melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dengan keberhasilan proyek hampers Ramadhan ini, sekolah optimis lulusan mereka akan menjadi individu-individu yang siap kerja atau bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi lingkungan sekitarnya. "Semangat kemandirian inilah yang menjadi inti dari pendidikan karakter yang diterapkan di SMAN 1 Muncar," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

double track SMAN 1 Muncar Banyuwangi Hampers Ramadan Tingkatkan Nilai Ekonomi Produk