KETIK, KENDAL – Gelombang mudik Lebaran di Kabupaten Kendal mulai menunjukkan peningkatan. Selain persiapan fisik dan kendaraan, memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan menjadi prioritas utama bagi warga yang hendak pulang ke kampung halaman.
Salah satu risiko terbesar saat rumah ditinggal dalam keadaan kosong adalah potensi kebakaran akibat arus pendek listrik atau kebocoran gas. Menanggapi hal tersebut, Khairul, seorang teknisi peralatan elektronik profesional di Kendal, memberikan sejumlah tips teknis bagi pemudik agar peralatan elektronik di rumah tetap aman dan awet.
Menurut Khairul, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah hanya mematikan alat elektronik melalui remote atau saklar tanpa mencabut kabel dari stopkontak.
"Banyak warga yang mengira dengan mematikan TV atau AC lewat remote sudah cukup aman. Padahal, selama kabel masih menancap, arus listrik tetap mengalir secara pasif. Jika terjadi fluktuasi tegangan atau sambaran petir, risiko korsleting atau kerusakan komponen tetap ada," ujar Khairul saat ditemui di bengkel servisnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menyarankan agar pemudik mencabut seluruh peralatan yang tidak mendesak, seperti mesin cuci, dispenser, hingga pengisian daya ponsel yang sering terlupa.
Bagi pemilik rumah yang menggunakan pendingin ruangan (AC), Khairul menekankan pentingnya memastikan unit dalam kondisi kering sebelum ditinggal lama.
"Jika AC baru saja digunakan, sebaiknya operasikan mode fan selama 15–30 menit sebelum dimatikan total. Ini bertujuan untuk mengeringkan evaporator agar tidak lembap dan berjamur selama rumah dikunci rapat," tambahnya.
Selain sektor kelistrikan, berikut adalah daftar periksa (checklist) tambahan yang perlu diperhatikan warga Kendal sebelum berangkat mudik:
- Regulator Gas: Pastikan regulator tabung LPG dilepas sepenuhnya untuk menghindari kebocoran halus yang bisa memicu akumulasi gas di dalam ruangan tertutup.
- Saluran Air: Matikan kran utama atau pompa air agar tidak terjadi pemborosan akibat kebocoran pipa yang tidak terdeteksi.
- Penerangan: Gunakan lampu dengan sensor cahaya di area teras agar rumah tidak terlihat gelap gulita di malam hari, yang sering kali menjadi penanda bagi pelaku kriminal bahwa rumah sedang kosong.
Dengan melakukan langkah-langkah preventif ini, diharapkan warga Kabupaten Kendal dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri di kampung halaman dengan tenang tanpa rasa khawatir akan kondisi hunian yang ditinggalkan. (*)
